Ada Dana Rp 2T Dari Denmark Untuk Pertanian Indonesia

Mediatani.com – Kantor kementerian pertanian disambangi Menteri Lingkungan dan Pangan Denmark, Selasa (12/4/2016). Esben Lunde Larsen bersama rombongan menemui Menteri Pertanian Dr. A. Amran Sulaiman membahas rencana investasi Denmark di sektor pertanian dan perternakan Indonesia.

Amran sulaiman mewakili pemerintah Republik Indonesia menawarkan lahan seluas 2 juta hektar kepada Denmark di daerah Sulawesi Tenggara, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur untuk dikembangkan oleh Denmark sebagai lahan pertanian atau peternakan. Walhasil, dari pertemuan yang dilakukan selama dua jam tersebut dicapai suatu pernyataan “berminat” dari Esben Lunde Larsen selaku pemerintah Denmark Untuk melakukan investasi di Indonesia.

“Jadi Indonesia akan menyediakan dua juta hektare lahan, di mana satu juta hektare untuk ternak hidup, 500 ribu hektare untuk jagung dan 500 ribu untuk gula,” tutur Menteri Amran di kantornya, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).

Tak tanggung-tanggung, Nota kesepahaman (MoU) pun ditandatangani pada hari ini juga. MoU yang ditandatangani oleh Menteri Pertanian Indonesia Amran Sulaiman dan Menteri Lingkungan dan Pangan Denmark Esben Lunde Larsen tersebut berisi tentang persetujuan investasi pertanian khususnya di bidang ternak hidup, jagung (untuk pakan ternak), dan gula.

MoU tersebut mulai berjalan efektif pada tahun 2016 dan berlaku selama lima tahun. Belum ada informasi yang kami terima mengenai kapan Denmark mencairkan investasinya senilai kurang lebih Rp 2 triliun tersebut. Dana investasi dari Denmark tersebut akan dipergunakan untuk mendanai pengembangan berbagai komoditi pertanian dan peternakan.

“Dari pertenakan unggas, sapi, babi dan produkai susu. Terus yang pertanian, Denmark mau menanamkan modalnya di lahan jagung dan tebu,” terang Amran.

Menteri Andi Amran Sulaiman menjelaskan potensi pengembangan investasi di beberapa daerah antara lain di Sulawesi Tenggara, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur kepada pihak pemerintah Denmark. Pihak Denmark sendiri pun menangkap kesempatan tersebut setalah mendengar keterangan menteri Amran mengenai kapasitas lahan, keamanan investasi, serta potensi adanya bisnis-bisnis lainnya di daerah tersebut.

“Di sana kan bisa dikembangkan, ada lahan peternakan dan pertanian. Terus tadi juga kita membicarakan peluang-peluang bisnis lain juga selain di sektor pangan. Tapi ini nanti akan ada pembahasan lebih lanjut,” katanya.

Amran mengakui bahwa dirinya melihat potensi yang besar di tiga wilayah tersebut untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan. Dirinya pun menyebut bahwa nilai investasi tersebut dirasa kurang dan masih punya peluang untuk bertambah.

“Saya minta kalau bisa ditambahi lagi dua kali lipat,” kata dia.

Sementara itu sebagai timbal balik, Denmark akan memberikan bantuan dan transfer teknologi untuk Indonesia. Untuk itu, sebagai tahap awal, Negeri Skandinavia tersebut mengundang Menteri Pertanian Amran Sulaiman beserta jajaran ke Denmark.

“Kami akan tunjukkan teknologi yang kami gunakan di Denmark. Kami sangat menghormati masyarakat Indonesia dan ingin mewujudkannya dengan meningkatkan kualitas pertanian mereka, terutama untuk bagi petani perseorangan,” kata Menteri Esben.

/IA