Atasi Gejolak Harga, Mentan Buka Pasar Murah

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman

MediaTani – Kementerian Pertanian (Kementan) akan membangun sejumlah pasar murah untuk mengatasi gejolak harga komoditas pangan yang kerap terjadi di tingkat pedagang.

“Ke depan, kita bekerja sama dengan Bulog, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Perdagangan akan membangun pasar murah di setiap titik yang harganya selalu bergejolak,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (16/6).

Dari rencana yang disebutkan itu, ia memaparkan untuk pengadaan lokasi atau lahan ialah peran Kementerian Koperasi dan UKM, penyiapan komoditas oleh Kementerian Pertanian, dan pembelian komoditas akan dilakukan oleh Bulog.

Ketika ditemui dalam rapat koordinasi (rakor) serapan gabah dan padi di Kantor Kementan, Menteri Andi menjelaskan pasar murah tersebut akan dibangun di dalam pasar reguler dan akan tersebar di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, pasar murah tersebut akan mendatangkan suplai bahan pangan langsung dari Perum Bulog, sehingga ia menjamin harga jual yang akan diperoleh oleh masyarakat akan lebih murah dibanding harga pasar.

“Ketika harga bahan pangan tinggi, kami operasikan pasar murah. Ini permanen ada di pasar-pasar, jika harga sudah membaik kami kurangi pasokannya,” ujarnya menjelaskan.

Menurut Menteri Andi, rencana pembangunan pasar murah tersebut akan lebih efektif daripada hanya mengandalkan operasi pasar (OP) dalam menghadapi kenaikan harga suatu komoditas pangan.

“Melihat pengalaman di dua minggu belakangan, ini lebih efektif dari OP. Jangan tiap naik harga baru lakukan OP, jangan bekerja seperti pemadam kebakaran,” tutur Menteri Andi.

Sementara itu, Kementan dan Perum Bulog juga akan menyelenggarakan (OP) menjelang bulan Ramadhan pada 12 pasar ritel di Jakarta dan sekitarnya.

“Pada tahap pertama OP di Kramat Jati, Jatinegara, Klender, Rawasari, Cikini, Palmerah, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Kampung Bahari, Kalibaru Grogol, dan Depok,” kata Direktur Jenderal Holtikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tersebut dikhususkan pada pasar yang diperkirakan akan mengalami kenaikan harga secara signifikan hingga usai Lebaran.

“Pasar-pasar besar ini kan episentrumnya, jadi harganya tidak sampai ke tingkat rumah tangga. Makanya kita adakan OP agar bisa mengendalikan harga di tingkat atas,” ujarnya menjelaskan.