Babinsa Jember Dan Petani “Angkat Senjata” Anti Hama Padi

Mediatani.com. Jember-Jatim. Kabupaten Jember dipatok produksi pertanian dengan hasil 1,024 juta ton di tahun 2016 ini. Dalam pelaksanaannya hal ini membuat semua pihak pemangku kepentingan dibidang pertanian lebih aktif dalam mengamankan areal tanamnya.

Kelompok Tani Jaya Ds. Bagorejo Kec Gumukmas pada Sabtu 19/03 melaksanakan pembasmian hama padi dan gerakan pengendalian tanaman pangan tahun 2016 bersama Babinsa, UPT Wil VIII, PPL dan Petugas Penelitian Tanaman Pangan.

“Hama yang saat ini sedang menyerang lahan padi disekitaran Kec. Gumukmas, Kencong dan Jombang adalah wereng batang, namun dengan kesigapan semua pihak kondisi tersebut sudah relatif terkendali.” Kata Ir Sunarto selaku kepala UPT Pertanian Gumukmas pada kesempatan ini.

Ia juga menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu sudah disosialisasikan beberapa langkah kewaspadaan, diantaranya agar petani lebih aktif mengadakan pengamatan, melaksanakan pengendalian dengan bijak serta melaksanakan 5 tepat yaitu tepat waktu, tepat jenis pestisida (obat), tepat dosis, tepat sasaran dan tepat pelaksanaannya.

Danramil 0824/20 Gumukmas Kapten Kav Bambang Susiono membernarkan adanya kegiatan tersebut bahwa beberapa anggotanya telah diperintahkan untuk memperkuat kegiatan pembasmian hama tersebut.

“Kondisi pertanian pada masa tanam sebelumnya yang sudah bagus jangan sampai terganggu hama apapun pada musim tanam kali ini sehingga produksi pertanian walaupun tidak meningkat minimal sama dengan sebelumnya.” Ungkap Bambang kepada media.

Komandan Kodim 0824 Jember itu pun mengkonfirmasikan bahwasanya memang benar dibeberapa wilayah mulai terkendala oleh hama-hama tanaman, seperti di sekitaran Gumukmas oleh hama wereng, di Sumberjambe dan sekitarnya hama tumro dan lain-lain.

“Terkait dengan hal tersebut saya sudah memerintahkan kepada jajarannya agar lebih aktif meningkatkan kewaspadaan bersama PPL dan Petani diwilayahnya, koordinasi yang aktif dengan UPT setempat sehingga mampu mengantisipasi perluasan serangan hama.” Tukasnya.

Ia menegaskan dengan situasi yang ada Babinsa dan petani masih optimis mampu memenuhi target produksi yang ditentukan karena sebagian besar daerah masih relatif aman dan petugas-petugas lapangan baik Babinsa, PPL maupun UPT dimasing-masing wilayah pro aktif dalam mengamankan lahan tanamnya.

/SIS/MAK-Ed