Besaran Impor Gula Bakal Naik 5 Persen

Mediatani.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan bahwa pemerintah akan mengimpor gula mentah (raw sugar) untuk kebutuhan industri rafinasi pada tahun ini. Nilainya pun naik 5 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 3,1 juta ton.

“Impor raw sugar-nya, tiga sekianlah, tidak sampai 3,1‎ juta ton,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto seperti dilansir oleh liputan6.com, Kamis (14/1/2016).

Menurut Pangga, Impor gula sangat dibutuhkan pada tahun ini. Pasalnya, kebijakan tersebut mengikut pada kebutuhan gula untuk industri di tahun 2015. Besaran impor gula mentah sempat turun di 2015 dari posisi 2014 dari 9 persen menjadi 5 persen karena dinamika perekonomian.

“Gula juga sudah ada hitung-hitungannya, tapi kita pakai kenaikan moderat 5 persen, sementara 5 persen dulu, saya kira mudah-mudahan sih, tergantung dinamikanya di 2016, kalau di 2015 kan mengalami penurunan dari 9 jadi 5 persen,” lanjut dia.

Panggah menambahkan, sedangkan impor gula untuk pakan ternak dan MSG ditargetkan naik sebesar 400 ribu ton. Dia mengingatkan jumlah impor antara kebutuhan industri dengan buat pakan berbeda. “400 ribu (untuk MSG dan pakan ternak). Jangan ditotal bergitu ribut nanti‎,” tutup Panggah.

Sementara itu, Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen menjelaskan, menurut hasil pemantauan dari APTRI, stok gula nasional mencapai 1 juta ton pada awal 2016 ini. Stok tersebut cukup untuk 5 bulan ke depan. “APTRI menilai tidak cukup alasan bagi pemerintah untuk melakukan impor,” jelasnya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (14/1/2016).

Menurut Soemitro, seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan masalah pengawasan di pasar konsumsi sehingga tata niaga gula nasional lebih sehat. APTRI menilai kebijakan importasi tersebut dipastikan akan menurunkan gairat petani tebu untuk meningkatkan produktifitas.

/LE/IA