Bisnis Budidaya Jahe Merah Kian Menggiurkan

Mediatani.com –  Warga Sleman tengah menekuni budidaya tanaman jahe merah. Pasalnya, bisnis ini tidak hanya membutuhkan modal yang sedikit tetapi angka permintaan pasar yang terus meningkat.

“Budidaya jahe merah cukup menguntungkan, karena harga dan kebutuhan pasar cukup tinggi,” kata pembudidaya jahe merah Dwi Wahyudi (47) warga Dusun Sumber Lor, Kalitirto, Berbah, Sleman, Sabtu (14/11/2015).

Menurut dia, dirinya sudah satu tahun menggeluti budidaya jahe merah.

“Budidaya jahe merah tidak perlu lahan luas, saya hanya memanfaatkan teras rumah yang berukuran 3×5 meter. Awalnya dari hobi. Sekarang bisa dikembangkan menjadi usaha,” katanya.

Ia mengatakan, budidaya jahe merah ini termasuk gampang-gampang susah yang dibutuhkan adalah kesabaran dan ketelatenan.

“Saya yakin hobi ini dapat menjadi usaha yang cukup prospektif. Mengingat kebutuhan pasar yang tinggi. Permintaan jahe merah tidak hanya datang dari sektor perdagangan tapi juga industri lokal maupun mancanegara,” katanya.

Dwi mengatakan jahe merah ini tidak sekadar menjadi pendukung di industri obat-obatan tapi juga bahan baku utama.

Ia mengatakan, jahe merah baru bisa dipanen jika sudah berumur minimal sembilan bulan. Sekali panen, hasilnya bisa sampai tujuh kuintal.

“Per kilogram rimpang dapat dikembangkan menjadi 70 bibit persemaian. Di pasaran, bibit dijual seharga Rp2.500 per buah,” katanya.

Dalam budi daya rimpang jahe ini, dirinya hanya menggunakan polybag diisi sekam dan pupuk organik serta campuran tanah untuk media tanam. Polybag bisa disusun secara tumpuk atau berjajar tanpa harus menyesuaikan jarak antar tanaman seperti jika ditanam di kebun.

“Metode ini juga memberikan manfaat lain seperti mempermudah kontrol kadar air, dan memaksimalkan penyerapan nutrisi. Terlebih rimpang jahe sangat rentan terhadap tingginya kadar air dalam tanah. Dengan tidak menggunakan tanah secara langsung, air yang disiramkan ke tanaman akan luruh sehingga dapat menghindari pembusukan,” katanya.

Agar produksinya optimal, kata dia, rimpang sebaiknya ditanam di area yang terkena sinar matahari.

“Yang penting rutin disirami tiap pagi dan sore, apalagi jika ditanamnya sebelum musim hujan. Disamping itu juga harus diberi pupuk, paling baik adalah pupuk kandang,” katanya.

Selain jahe merah, Dwi Wahyudi juga membudidayakan jahe gajah. Dipilihnya dua jenis jahe itu karena sedang populer dan memiliki harga yang lumayan.

“Per kilogramnya dijual seharga Rp25.000,” katanya.


  • Rudi Ansah

    OK terima kasih banyak

    lancar terus ya gan