BPS Jateng; Pola Tanam Mempengaruhi Laju Inflasi

Mediatani.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menyatakan jadwal pola tanam yang dilakukan oleh petani sangat berpengaruh terhadap gerak fluktuasi inflasi.

Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Jateng Totok Tavirijianto seperti dikutip Antara, Minggu (28/12/2014).“Idealnya dengan pola tanam yang baik dalam kurun waktu satu tahun akan terjadi sekitar 3–4 kali masa panen,”

Meski demikian, kata Totok Tavirijianto, teratur atau tidaknya pola tanam dipengaruhi oleh intensitas hujan. Menurut dia, produksi sektor pertanian akan lebih optimal di kuartal pertama tahun 2015 akan optimal jika pola hujan berlangsung dengan wajar.

“Optimalisasi indeks pertanian bergantung pada ada atau tidaknya air. Jika air mencukupi, petani bisa memaksimalkan tanam dan panen mereka,” katanya.

Sebaliknya, jika lahan pertanian kekurangan air, intensitas panen tidak bisa maksimal seperti yang terjadi pada tahun ini. Oleh karena itu, pihaknya berharap awal tahun depan intensitas hujan tidak berlebihan.

“Kalau intensitas hujan sama seperti awal tahun ini, akan berpotensi banjir. Dengan demikian, tanaman akan mengalami puso,” tambahnya.

Totok mengatakan bahwa selama 2014 hasil panen di Jateng belum berjalan maksimal. Rata-rata masa panen para petani di seluruh daerah hanya berlangsung 2–3 kali. Menurut dia, jika intensitas hujan terjadi secara normal, hasil panen sektor pertanian bisa ditingkatkan. Meskipun lahannya tetap sama, petani tetap bisa memaksimalkan lahan karena bantuan cuaca.

“Dengan produksi yang baik, ketahanan pangan di Jawa Tengah bisa terjaga. Bagaimanapun juga produksi pertanian memberikan andil yang cukup besar dalam menaikkan inflasi,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berharap Pemerintah terus memastikan kelancaran distribusi pangan.