Bripka Sigit Perkenalkan Butternut Squash Di Kalimantan

Mediatani.com – Bripka Sigit krisyanto anggota Bhabinkamtibmas Polsek Juwangi Polres Boyolali Jateng kembali di tugaskan oleh Kapolres Boyolali untuk melaksanakan penyuluhan pertanian di kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Berdasarkan surat undangan dari kelompok tani sawah rendam kab. Ketapang Kalimantan Barat dengan kebijaksanaan kapolres boyolali memberikan surat tugas untuk Brigadir polisi kepala Sigit krisyanto ini.

Sampai disana pada tanggal 15 april 2016 bripka sigit membawa misi untuk menggiatkan kelompok tani yang mempunyai banyak lahan tidur disana , dengan analisannya pertanian tanah gambut akan lebih baik dilakukan dengan sistem
pengairan fertigasi yang memang lebih mahal dimodal awalnya , akan tetapi akan lebih mudah dipenanaman berikutnya.

Dia berharap membangun sistem pertanian yang berkesinambungan dan terencana sampai di penanganan pasca panen yang ia sudah tembusi ke beberapa market terdekat diwilatah ketapang kalimantan barat.

Adapun komoditi yang ia kemas dalam perencanaannya adalah jenis labu labuan dan hortikultura lainnya , demikian ia pikirkan karena di pulau kalimantan umumnya dan khususnya kalimantan barat 80% kebutuhan komoditi tersebut pengiriman dari pulau jawa.

Dengan menggandeng bhabinkamtibmas setempat dia mengerjakan dan merencanakan segala sesuatunya untuk tujuan kemakmuran beberapa kelompok tani di kab. Ketapang kalimantan barat.

Salah satu komoditi yang bripka sigit lirik adalah butternut squash atau sejenis labu yang lebih tinggi kualitasnya dari labu biasa, karena jenis ini jauh lebih tinggi VITAMIN A dan C nya.

Seperti yang sudah kita ketahui warga Amerika serikat 80% mengkonsumsi labu butternut squash ini dikarenakan banyak manfaatnya seperti menetralisir kadar gula darah serta bermanfaat untuk kebutuhan nutrisi tubuh manusia.

Indonesia selama ini 98% masih import dari kebutuhan komoditi tersebut dari negeri kanguru , dengan demikian bripka sigit ingin mengembangkannya ke seluruh indonesia , karena labu adalah makanan pengganti nasi beras dan biasanya sangat dibutuhkan untuk anak anak balita.

Bripka sigit berpendapat kenapa harus membeli mahal labu butternut squash di supermarket supermarket indonesia kalau kita bisa menanamnya sendiri ditanah kita meskipun untuk mendapatkan kualitas terbaik benihnya masih import dari negeri kincir angin.

Dan berharap kedepan pemerintah menekan quota import untuk komoditi labu butternut squash ini agar petani indonesia diberi kesempatan luas untuk menanam dan mengembangkannya diwilayah masing masing.

/SK