Budidaya Padi Salibu Berkembang di Sungayang, Tanah Datar

MediaTani – Teknik budidaya padi salibu adalah sebuah inovasi teknologi untuk memacu peningkatan produksi beras.Bentuk inovasinya adalah padi yang biasanya sekali untuk satu kali panen, dengan budidaya padi salibu dapat dilakukan tiga sampai enam kali panen dari satu kali tanam.

Tanaman Padi Salibu, Gambar: Antaranews

Antaranews menyebutkan Budidaya padi tersebut telah dilakukan oleh Petani di Nagari Tanjung, Kecamatan Sungayang, Tanah Datar, Sumatera Barat, terus mengembangkan budidaya padi Salibu yang terbukti mampu meningkatkan produksi beras.

“Budidaya padi Salibu dapat meningkatkan panen, dari sekali tanam bisa tiga sampai enam kali panen, serta mengurangi biaya produksi hingga Rp2 jutaan per hektare,” kata Ketua Kelompok Tani Nagari Tanjung, Tati, di Batusangkar pada antaranews,(26/2).

“Teknologi ini dapat menanggulangi keterbatasan varietas unggul, karena pertumbuhan tanaman selanjutnya, sehingga mutu varietas tetap sama dengan tanaman awal,” papar Tati.

Di tempat berbeda, Penyuluh Pertanian Nagari Tanjung, Reni, mengungkapkan bahwa keberhasilan budidaya padi Salibu dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni tinggi pemotongan batang varietas yang digunakan, kondisi ari tanah setelah panen, dan pemupukan tanaman.

“Pertumbuhan tunas setelah dipotong sangat dipengaruhi oleh ketersedian air tanah, dan pada saat panen sebaiknya tanah dalam kondisi kapasitas lapang,” katanya (27/2).

Ia menyebut program ini merupakan suatu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan petani demi meningkatkan nilai ekonomi dan mencapai tujuan ketahanan pangan.

Jenis Hara yang paling dibutuhkan dalam budidaya padi salibu adalah Nitrogen. Unsur nitrogen merupakan komponen utama dalam sintesis protein, sehingga sangat dibutuhkan pada fase vegetatif tanaman, khususnya dalam proses pembelahan sel.

“Tanaman yang cukup mendapatkan nitrogen memperlihatkan daun yang hijau tua dan lebar, fotosintesis berjalan dengan baik,unsur nitrogen adalah faktor penting untuk produktivitas tanaman. Papar Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Ediarman”

Editor: Taqwin (Mediatani)
Sumber: Antaranews