Cara Merawat Anggrek Di Rumah

MediaTani – Kali ini kami hadirkan Tips merawat bunga anggrek di rumah bagi sobat. Kali ini, contoh yang dibuat adalah anggrek jenis Phalaenopsis. Selama ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa anggrek Phalaenopsis spesies hanya dapat tumbuh di daerah dataran tinggi. Padahal sebenarnya anggrek dapat tumbuh di sembarang ketinggian, baik rendah, menengah, sampai tinggi, selama kondisi ekologinya dipenuhi atau dikondisikan. Pengondisian ekologi merupakan upaya membuat kondisi lingkungan menyerupai aslinya.
Merawat Tanaman Anggrek Di Rumah

Anggrek Phalaenopsis merupakan salah satu jenis anggrek epifit. Anggrek epifit umumnya hidup menempel pada batang, dahan, atau ranting yang masih hidup ataupun sudah mati. Dengan sifat epifit, anggrek Phalaenopsis mudah ditanam di bawah kondisi artifisial atau buatan selama masih sesuai dengan lingkungan atau ekologi aslinya.

Syarat Tumbuh

Faktor ekologi sangat penting dalam kehidupan anggrek. Kondisi ekologi yang baik akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan anggrek. Bila unsur ekologinya sudah sesuai, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit akan lebih mudah dan efisien.
Banyak orang beranggapan bahwa pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit secara intensif sudah cukup, padahal ekologinya kurang sesuai. Dengan kondisi seperti itu tidaklah mengherankan bila anggrek tumbuh kurang baik dan jarang berbunga.

Beberapa unsur ekologi yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anggrek adalah suhu, kelembapan, intensitas cahaya, air, dan sirkulasi udara. Masing-masing anggrek memiliki nilai optimum yang berbeda dari unsur ekologi tersebut. Berikut diuraikan unsur ekologi yang berpengaruh pada anggrek Phalaenopsis spesies.

Suhu
Suhu yang baik memungkinkan anggrek tumbuh dan berkembang secara optimal. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menimbulkan efek yang kurang baik bagi tanaman. Bila suhu terlalu  tinggi, tanaman akan menampakkan dehidrasi; batang dan daun terbakar, kering, kuning; dan berakhir dengan kematian.

Agar pertumbuhan tanaman menjadi baik, diusahakan suhu tetap sesuai dengan kebutuhan. Suhu yang baik bagi tanaman anggrek Phalaenopsis spesies adalah 26-30 derejat Celcius dengan suhu ideal 28 derejat Celcius. Alat pengukur suhu yang dapat digunakan adalah termometer. Alat ini diletakkan  di dalam rumah tanaman.

Pukul 11.00-14.00 merupakan saat kritis bagi tanaman anggrek. Saat itu anggrek membutuhkan lebih banyak air untuk mempertahankan jumlah air di dalam tubuh tanaman. Untuk mengurangi risiko dehidrasi, dapat dilakukan upaya mengurangi atau menekan suhu agar tidak terlalu tinggi.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan pengabutan dan penyiraman. Pengabutan bertujuan untuk meningkatkan kelembapan. Pengabutan dilakukan dengan cara penyemprotan air menggunakan kran halus ke udara. Sementara, penyiraman dapat dilakukan di bawah rak untuk mengurangi penguapan.

Kelembapan udara
Tanaman anggrek, tidak terkecuali Phalaenopsis, membutuhkan kelembapan udara yang tinggi untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan air. Bagi tanaman anggrek, kebutuhan air diambil dari udara. Oleh karena itu, untuk menjamin ketersediaan air dalam jumlah cukup di udara maka kelembapan harus cukup tinggi.

Kelembapan yang kurang sesuai memungkinkan tanman terserang penyakit. Jamur dan bakteri merupakan beberapa penyebab penyakit yang menyerang tanaman saat kelembapan udara tidak optimum. Kelembapan udara yang dibutuhkan tanaman anggrek Phalaenopsis spesies antara 60-75%. Tingkat kelembapan udara dapat diukur dengan higrometer. Biasanya alat ini dipasang di rumah tanaman untuk mengukur tingkat kelembapan setiap saat.

Selain dengan higrometer, pengukuran kelembapan udara pun dilakukan dengan perasaan tubuh. Namun, cara ini agak sulit dan hanya dapat dilakukan oleh orang yang sudah berpengalaman. Bila seseorang merasa nyaman saat berada di sekitar tanaman anggrek maka kelembapan dan unsur ekologi lainnya sudah sesuai. Pada dasarnya tanaman anggrek pun sama dengan tubuh manusia yang membutuhkan kondisi lingkungan yang nyaman untuk tumbuh dan berkembang.

Kelembapan yang ideal pun dapat dikendalikan dengan penyiraman dan pengabutan. Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat matahari belum bersinar terik, yaitu pukul 08.00-09.00. Pada saat itulah mulai terjadi proses fotosintesis atau pemasakan makanan dan tentunya dibutuhkan banyak air. Air berperan sebagai pengangkut makanan yang sudah dimasak untuk dibawa ke seleruh jaringan tubuh tanaman anggrek.