Cara Sukses Agribisnis Budidaya Terong

MediaTani.com – Budidaya tanaman terong / terung adalah salah satu praktik agribisnis yang populer. Harga terong di pasar cenderung stabil sehingga prospek usaha budidaya tanaman terong pun sangat jauh dari resiko. Pangsa pasar terong sangatlah luas, mulai dari industri hingga konsumsi rumah tangga. Hal tersebut mendukung asumsi bahwa kendala bisnis terong berada pada pengelolaan manajemen agribisnis usaha tersebut.

Satu hal yang membuat tanaman terong atau dalam nama latin disebut sebagai Solanum melongena L. ini menarik dikembangkan adalah tidak lain bahwa terong merupakan bahan pangan yang mudah didapat dan murah harganya, tetapi sangat banyak khasiatnya bagi kesehatan. Terong merupakan bahan pangan kaya zat gizi yang bisa menurunkan kolesterol darah, mengandung zat antikanker, sebagai alat kontrasepsi, serta dipercaya meningkatkan libido.

Jenis terong yang umum diperjualbelikan adalah terong gelatik, terong kopek, terong craigi, terong medan, terong bogor, terong belanda dan terong jepang. Prospek bisnis yang menjanjikan, pasar yang stabil dan resiko yang aman mendukung langkah anda untuk memulai bisnis sayur terong. Akan tetapi yang lebih utama bagi pelaku agribisnis adalah cara sukses membudidayakan komoditi termasuk terong. Berikut ini adalah hal-hal yang harus anda perhatikan agar sukses agribisnis tanaman terong.

Syarat Tumbuh Tanaman Terong

Tanaman terong dapat tumbuh di dataran rendah tinggi dengan suhu udara berkisar antara 22 – 30 derajat Celcius. Jenis tanah yang paling baik untuk budidaya terong adalah jenis lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, aerasi dan drainase baik dan pH antara 6,8-7,3. Di lahan budidaya, sinar matahari harus cukup menerpa lahan dari pagi hingga petang. Salah satu langkah paling sukses adalah ketika terong ditanam pada saat musim kemarau tiba.

Cara Membibitkan Tanaman Terong

Benih terong sebaiknya disemaikan dulu sebelum ditanam pada lahan yang tetap. Pembuatan bedengan dan cara penyemaian terong tidaklah berbeda seperti perlakuan pada tomat. Hanya saja kebutuhan benih terong berbeda dengan benih tomat. Untuk lahan seluas 1 ha, diperlukan 500 g benih terong dengan daya kecambah 75%. Bibit terong berada di persemaian hingga berumur kurang lebih 1,5 bulan atau kira-kira telah berdaun empat helai. Setelah itu bibit terong sudah siap untuk dipindahkan di lahan penanaman.

Persiapan Lahan Budidaya Tanaman Terong

Lahan penanaman disiapkan dan diolah terlebih dahulu, kemudian di bentuk bedengan. Bedengan dibuat selebar antara 1,2 – 1,4 cm dan panjang sesuai lahan. Kemudian bedengan dibuatkan lubang tanam masing-masing berjarak sekitar 60 cm. Jarak antarbarisan lubang tanam 70-80 cm. Setiap bedengan memuat dua barisan tanaman. Di antara bedengan, haruslah dibuat parit yang berfungsi sebagai jalan dan pembuangan air saat musim hujan. Hal ini penting dilakukan karena terong tidak tahan genangan air. Selanjutnya setiap lubang tanam diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 0,5-1 kg agar tanah cukup mengandung bahan organik. Setelah lahan disiapkan, sebaiknya bibit yang telah siap tanam dimasukkan secara tegak lurus ke dalam lubang tanam. Kemudian di sekitar lubang tanam disirami air agar tanah cukup lembap, tetapi tidak sampai tergenang.

Cara Perawatan Tanaman Terong

Sulam tanaman yang pertumbuhannya tidak normal, mati atau terserang hama penyakit. Penyulaman maksimal umur 15 hari.

Pasang Ajir (Turus) di setiap tanaman. Lakukanlah seawal mungkin agar tidak mengganggu (merusak) sistem perakaran. Turus terbuat dari bilah bambu setinggi 80-100 cm dan lebar 2-4 cm.

Tancapkan secara individu dekat batang. Ikat batang atau cabang terong pada turus.

Penyiangan dilakuan dengan maksud agar rumput liar atau gulma tidak tumbuh di sekitar tanaman dan menjadi kompetitor tanaman terong dalam merebut hara dalam tanah. Penyiangan dilakukan pada umur 15 hari dan 60-75 hari setelah tanam.
Pemangkasan, Pangkas tunas-tunas liar yang tumbuh mulai dari ketiak daun pertama hingga bunga pertama juga dirempel untuk merangsang agar tunas-tunas baru dan bunga yang lebih produktif segera tumbuh.

Pemupukan Tanaman Terong

Jenis dan Dosis Pupuk Makro disesuaikan dengan jenis tanah, varietas dan kondisi daerah menurut acuan dinas pertanian setempat. Pemupukan diletakan sejauh 20 cm dari batang tanaman sebanyak 10 gram campuran pupuk per tanaman secara tugal atau larikan ditutup tanah dan disiram atau pupuk dikocorkan sebanyak 3,5 gram per liter air, kocorkan larutan pupuk sebanyak 250 cc per tanaman. Dalam laman Tips petani memberi saran agar tanaman terong disemprotkan 3-4 tutup POC NASA + 1 tutup HORMONIK per tangki setiap 1-2 minggu sekali.

Hama dan Penyakit Tanaman Terong

Perhatikan hama yang muncul pada tanaman terong yang dibudidayakan. Jenis hama yang sering menyerang tanaman terong adalah Kumbang Daun (Epilachna spp.). Kutu Daun (Aphis spp.). Tungau ( Tetranynichus spp.). Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.). Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.). dan Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.).
Sedangkan penyakit yang patut diantisipasi pada tanaman terong ialah Layu Bakteri, Busuk Buah, Bercak Daun, Antraknose, Busuk Leher akar, dan Rebah Semai.
Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki.

Waktu Panen

Umur terong yang dapat dipanen tergantung dari varietas yang ditanam. Namun, secara umum terong dapat dipanen sekitar 4 bulan atau 90 hari sejak semai. Selanjutnya selang seminggu sekali, buah terong dapat dipanen 6-7 kali. Dalam pemanenan, diperhitungkan pula lama pengangkutan sampai ke tangan konsumen. Sebaiknya terong yang dipetik adalah buah muda yang bijinya belum keras dan daging buahnya belum liat. Apabila pengangkutan memerlukan waktu lama, maka sebaiknya terong dipetik sebelum masak, tapi sudah tampak bernas (berisi). Waktu panen sebaiknya dilakukan saat pagi hari atau sore hari. Hindari waktu panen saat terik matahari karena dapat mengganggu tanaman dan membuat kulit terong menjadi keriput (kering) sehingga menurunkan kualitas.
Demikian Tips atau Cara Sukses Agribisnis Budidaya Tanaman Terong. Semoga Bermanfaat. Baca juga artikel lainnya. :