Data Konsumsi Bermasalah, Swasembada Sapi Sulit Tercapai

Mediatani.com – Djoni Liano Ketua Asosiasi Produsen Daging Sapi dan Feedlot Indonesia (APFINDO) mengatakan, sulitnya pencapaian target swasembada daging sapi di Indonesia bermula dari banyaknya perbedaan data diantara pemerintah dan para pengusaha yang ada di dalam negeri.

“Hingga saat ini belum ada kesamaan data soal konsumsi daging sapi tanah air, dan ini akan memberi dampak yang sangat besar pada kebijakan yang sangat membias,” kata Djoni, Selasa (11/3), dalam diskusi publik bertajuk “Swasembada Daging Sapi Melalui Pembangunan Peternakan Modern di Daerah Tertinggal”, di Jakarta.

Lebih lanjut, Djoni juga menuturkan bahwa dari data pemerintah saat ini, konsumsi daging sapi Indonesia mencapai 3,09 kilogram per kapita per tahun, sementara dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), konsumsi daging sapi mencapai 1,7 kilogram per kapita per tahun, sementara data APFINDO mencatat 2,56 kilogram per kapita per tahun. “Perbedaan ini sangat membingungkan, dan kebijakan yang diambil pasti akan membias dengan data yang ada,” ujarnya.

Selain itu, ditambahkan Djoni, dampak lebih lanjut dari adanya perbedaan data tersebut adalah pada sektor kebijakan yang nantinya akan diambil. “Kebijakan yang terjadi saat ini sudah sangat membias dengan argumennya masing-masing, dan ini bersumber dari datanya masing-masing,” tegasnya.

Oleh karena itu, ia sangat berharap agar ada sebuah langkah bersama menyingkronkan data yang ada, kemudian mencari hasil yang akurat sehingga keputusan dan kebijakan yang tepat bisa diambil. “Yang terjadi saat ini adalah kita seolah-olah mengharamkan impor, dengan bersumber pada data yang tidak sama,” pungkasnya.