DPR Nilai Impor Beras Rugikan Petani

Mediatani.com – DPR RI menilai kebijakan pemerintah untuk melakukan impor beras dari Vietnam pada akhir tahun 2015 ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kerugian bagi petani.

“Pemerintah harus berhati-hati dalam memutuskan untuk melakukan kebijakan impor beras, mengingat banyak pengaruh yang ditimbulkan dari kebijakan tersebut,” ucap Farouk Muhammad, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta, Sabtu (14/11) sebagaimana dikutip Republika.co.id.

Pemerintah diharapkan bisa berpihak kepada kepentingan ekonomi nasional, terutama para petani yang sekarang sedang menikmati harga yang relatif stabil, sehingga daya beli petani bisa terus membaik.

Farouk mengatakan, Pemerintah beralasan, kebijakan impor tahun 2015, hanya sebagai cadangan Badan Urusan Logistik (Bulog), diantaranya untuk mengantisipasi dampak El-Nino dan bencana asap yang menimpa beberapa sentra produksi pangan di Sumatra dan Kalimantan yang diprediksi mempengaruhi hasil panen petani.

Keresahan petani terhadap kebijakan impor beras, lanjut Farouk sangat beralasan, dengan tingkat produksi beras hingga akhir tahun 2015 akan mencapai 75.5 juta ton, pasokan beras ke Pasar Induk Cipinang seabagai barometer pasokan beras di seluruh pasar di Indonesia juga masih relatif lancar, bahkan pada bulan oktober pasokan mencapai 80 ribu ton.