Gerakan #MenjemputKeadilan Petani Kendeng Jalan Kaki 122KM

Mediatani.com – Di bawah terik matahari sekelompok petani Kendeng, Jawa Tengah menempuh jalan kaki sejauh 122 kilometer menuju Kota Semarang. Sementara itu dukungan terus mengalir di Jagat dunia media sosial, terutama di linimasa Twitter. Dengan menebar tagar atau hashtag #MenjemputKeadilan, mereka kembali mengetuk hati publik untuk memikirkan lagi nasib mereka di Pegunungan Kendeng yang kini terancam penambangan semen.

Dua akun Twitter yang kini aktif melaporkan secara langsung aksi jalan kaki (long march) itu ialah @omahekendeng dan @JmppkRembang. Foto-foto yang penuh haru menggambarkan tua muda, laki-laki perempuan, menempuh perjalanan yang dimulai sejak Minggu (15/11) dari Pati.

Di tengah terik matahari, mereka tetap bersemangat menempuh perjalanan jauh sejak Minggu. “Kami berjalan kaki 122 km #MenjemputKeadilan mengajak seluruh masyarakat terlibat menyelamatkan Kendeng,” kata akun @omahekendeng.

Senin (16/11) tengah hari, dari pantauan linimasa tersebut, rombongan sudah sampai di Demak. “Kami istirahat, sholat dan berdoa dulu di makam Sunan Kali Jaga, Demak. #SelamatkanKendeng #MenjemputKeadilan,” kata @omahekendeng.

Para petani yang berusia sepuh pun tampak ikut serta dalam rombongan, termasuk para ibu-ibu yang juga bersemangat dengan aksi tersebut. Di antaranya ada Mbah Narutomo yang sudah berusia 75 tahun dan Mbah Sriyono yang berusia 70 tahun, keduanya dari Sukolilo, Pati.

“Mbah Narutomo (75th) dari Sukolilo, Pati. Tetap semangat berjalan kaki. Mbah Sriyono (70th) dari Sukolilo, Pati. Tetep semangat berjalan kaki,” kata @omahekendeng.

Damar Juniarto, dengan akun @DamarJuniarto, sejak kemarin turut mendukung aksi tersebut dan berdoa bagi para peserta aksi agar senantiasa selamat sampai tujuan. “Kendeng pasti menang… pasti menang! #MenjemputKeadilan menyelamatkan Kendeng,” kata Damar.

Tangisan Kendeng tampak lekat dengan beberapa kicauan dari netizen. “Berkaca-kaca lihat foto ini, membayangkan jika itu ibu saya, semoga hari ini kebenaran masih ada dan warga Kendeng sehat,” kata akun @ikakaret saat menanggapi foto yang diunggah Damar di Twitter.

Foto ibu-ibu yang diunggah Damar tersebut tampak tak memakai alas kaki. “Alas kaki yang dipakai sudah jebol di perjalanan. Hanya tinggal kaki saja… tapi perjuangan harus dilanjutkan,” kata Damar.

“Mereka berjuang sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Tabik!” kata akun @primemanifez.

“Hormat saya kepada mereka para pejuang keadilan,” timpal @Bagusharrumbal.

Mengapa Jalan Kaki #MenjemputKeadilan

Dalam siaran persnya, Gunretno dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) mengatakan, aksi masyarakat Pati tersebut dilakukan untuk memprotes izin pertambangan semen PT Sahabat Mulia Sakti yang saat ini kasusnya menuju tahap putusan pada 17 November 2015.

“Warga Pati tidak sendirian, ada sekitar 200 orang lainnya berasal dari Blora, Rembang, Kudus, dan Grobogan,” kata Gunretno. Titik kumpul di Omah Sonokeling (200 meter sebelah timur kantor Kapolsek Sukolilo, Pati).

Long march didahului Lamporan di Omah Sonokeling pada Minggu (15/11). Dilanjutkan jalan kaki menuju Kudus. Di Kudus pejalan disambut warga Kudus dan menggelar doa tengah malam.

Senin hari ini warga melanjutkan perjalanan ke Demak menuju Makam Sunan Kalijaga. Dari Demak, warga melanjutkan perjalanan ke Semarang. Selain long march, masyarakat Pegunungan Kendeng yang tergabung dalam JM-PPK dari Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Pati akan datang di PTUN Semarang, Selasa, 17 November 2015.