Gubernur Jateng Menolak Masuknya Beras Impor

Mediatani.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo dengan tegas menolak masuknya beras impor ke wilayah Jateng dengan alasan apapun. Penolakan tersebut lantaran masuknya beras impor dari negara laut dikhawatirkan akan menambah penderitaan petani lokal.

“Impor beras jangan sampai masuk ke Jateng, terus terang saya tidak setuju. Tapi kalau pemerintah pusat punya alasan lain, saya menghormati,” kata Ganjar di sela kunjungan kerja di Kabupaten Klaten, beberapa waktu lalu.

Masuknya beras impor, lanjut Ganjar, tentu akan merusak harga beras di tingkat pasar yang kemudian berimbas dengan turunnya harga beras yang dihasilkan oleh para petani. “Berdasarkan hasil hitungan yang dilakukan pihak kami, stok beras di Jateng aman hingga April 2016. Jadi bisa dibilang, saat ini pasokan beras di Jateng masih surplus sekitar 3 juta ton,” tambahnya.

Bukan hanya sekedar wacana, bentuk penolakan Ganjar terhadap beras impor juga diwujudnyatakan dalam bentuk instruksi dirinya ke Badan Ketahanan Pangan, agar berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mencegah masuknya beras impor ke Jateng.

Sementara itu, mendengar instruksi dari Gubernur Jateng, Bupati Banyumas Achmad Husein pun menuturkan, untuk wilayah Kabupaten Banyumas, Jateng, memang sedang mengalami suplus beras. Oleh karena itu, Achmad akan mendukung penuh apa yang sudah diinstruksikan oleh Gubernur Jateng.

“Saya kan bawahan, kalau Gubernur Jateng bilang seperti itu (menolak beras impor), saya juga ikut. Kalau atasnya bilang A, bawahannya ngomong Z, ya tidak seirama,” ujarnya.

Achmad pun meminta warga Banyumas tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan harga beras yang semakin melonjak, ataupun terjadinya kelangkaan beras. Bahkan ketika disinggung soal stok beras di gudang Bulog Sub Divre Regional Banyumas yang menipis, ia menyatakan bahwa ketersediaan beras di kabupaten tetap aman karena sudah ada petani yang panen.