Hebat!!! Petani Ini Selamatkan Nyawa Ratusan Warga

Mediatani.com – Menjadi orang kecil bukan berarti tak mampu melakukan perbuatan besar. Dengan keikhlasan dan tekat kuat, maka seseorang bisa melakukan jasa besar buat masyarakat di sekitarnya.

Beberapa hari belakangan, jagat media sosial di India dihebohkan dengan kisah kisah Sanjay Tidke. Petani berusia 42 tahun dari desa kecil di Distrik Akola, Maharashtra, ini tengah membangun dam atau bendungan untuk membantu warga yang kehabisan air karena kemarau panjang.

Tidke dan saudaranya membangun bendungan tersebut tanpa bantuan pemerintah setempat. Dirinya memiliki 30 acre atau sekitar 12 hektare sawah di Desa Sangvi Durgwada, Murtizapur. Sawah itu dia jual seluas 10 acre atau sekitar 4 hektare, dengan harga Rs 55 lahks atau sekitar Rp 1 miliar.

Dari penjualan itu, Rs 20 lahks atau sekitar Rp 400 juta digunakan membangun dam, untuk mengairi sawah penduduk desa dan juga kebutuhan lainnya. Dam itu bisa menampung 3 crore atau 30 juta liter air.

Tidke, yang menanam kedelai dan katun, mengaku rela membangun dam itu karena orang-orang desanya hanya menerima sedikit bantuan dari pemerintah. Dia merasa prihatin.

Panas ekstrem memang sempat melanda sejumlah wilayah India mengakibatkan banyaknya petani merasa frustasi karena gagal panen. Dan yang lebih memprihatinkan, rasa putus asa itu membawa ratusan petani untuk melakukan bunuh diri.

Menurut laman ABC News, petani di wilayah Marathwada, Maharashtra, sekitar 400 petani melakukan bunuh diri hingga pertengahan Mei ini. Mereka frustasi karena gagal panen yang menyebabkan kesulitan ekonomi.

Menurut The Indian Express, 16 bulan terakhir, ada 1.548 petani dilaporkan bunuh diri di wilayah tersebut. Jumlah yang sangat mencengangkan.

Di tengah kondisi itulah Tidke membangun bendungan dengan biaya sendiri. Hampir tak ada bantuan dari pemerintah, kecuali Departemen Pertanian yang memberikan masukan tipe dan cara membangun dam.

Sebaliknya, kata Tidke, pejabat pemerintah malah mengganggunya melalui pasir yang dia pakai untuk membangun dam. Dia dituduh membeli pasir secara ilegal.

Setelah pembangunan dimulai pada Maret silam, dan berita tentang upaya ini menyebar, banyak petani yang membantu Tidke. Para petani itu berjanji akan memberikan bantuan.

Pembangunan dam ini diperkirakan akan selesai dua pekan lagi. Dam ini digadang-gadang mampu memberikan cadangan air selama musim kemarau.

Dengan dam ini diharapkan tak ada lagi warga yang bunuh diri karena gagal panen maupu sekarat karena kekeringan.

Jika anda terinspirasi, BANTU SHARE YA!!

(Ism/dream, Sumber: India Times)