Impor Daging Kerbau Ditolak Anggota DPR

Jakarta. Mediatani.com – Rencana pemerintah untuk impor daging kerbau asal India mendapat kritik dari berbagai kalangan. Salahsatunya berasal dari Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo.

Dirinya menyatakan secara tegas bahwa pihak mereka tak menyetujui usulan pemerintah melalui kementerian Pertanian yang ingin mengimpor daging kerbau dari India sebagai upaya menurunkan harga daging.

“Jika pemerintah ingin melakukan impor daging kerbau, harus betul-betul memenuhi sesuai mekanisme aturan yang ada. Selain itu, masyarakat Indonesia tidak biasa dengan makan daging kerbau,” kata Firman Soebagyo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (19/7).

Menurut Firman, dirinya menolak kebijakan impor daging kerbau itu dengan alasan bahwa keputusan tersebut bertentangan dengan budaya konsumen di Indonesia. Tujuan pemerintah mengimpor daging kerbau adalah menyiasati agar harga daging sapi bisa turun hingga dibawah Rp80.000 per kilogram.

Firman mengungkapkan bahwa tidak benar apabila pasar Indonesia ingin dijadikan seperti Malaysia yang biasa memakan daging kerbau dan memiliki kebutuhan dan struktur pasar niaga daging yang sangat berbeda.

“Pemerintah selama ini tetap saja tak mempertimbangkan terhadap nasib para peternak-peternak lokal. Karena pada akhirnya nanti, ada pemaksaan kehendak dari pemerintah ter­hadap masyarakat yang terbiasa makan daging sapi untuk mengosumsi daging kerbau,” paparnya.

Firman menegaskan bila Ke­mentan tetap bersikeras mengimpor daging kerbau tanpa mem­pertimbangkan faktor sosiologis maka yang dirugikan akibat kebijakan tersebut adalah masyarakat yang saat ini masih menggantungkan hidupnya kepada sektor peternakan karena akan mematikan posisi penghasilan petani lokal.

“Untuk itu pemerintah sebelum mengeluarkan kebijakan sebaiknya mempertimbangkan untung rugi khususnya yang bersentuhan dengan dapur rakyat kecil,” imbuhnya.

/AST