Indonesia dan Timor Leste Bangun Kerjasama Pertanian

Selain membicarakan soal perbatasan, kami juga membicarakan bidang pertanian, perikanan, infrastruktur, dan kehutanan. Kita sudah teken dua MoU di bidang pertanian bersama Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. dan kehutanan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya

MediaTani.com – Pemerintah Indonesia dan Timor Leste membuat kesepakatan di bidang pertanian, perikanan, kehutanan, dan infrastruktur. Kesepakatan itu dibuat di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/8/2015).

Perdana Menteri Timor Leste, Rui Maria de Araujo, disambut Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana Widodo beserta sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Di antaranya, Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP.,  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan.

Selain itu, juga hadir Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Kehutanan Siti Nurbaya, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Wakil Kepala Polri Budi Gunawan.

“Selain membicarakan soal perbatasan, kami juga membicarakan bidang pertanian, perikanan, infrastruktur, dan kehutanan. Kita sudah teken dua MoU di bidang pertanian bersama Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. dan kehutanan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya,” ujar PM Araujo.

Kunjungan Araujo tersebut merupakan kunjungan luar negeri pertamanya setelah diangkat menjadi perdana menteri tahun ini. Dia menambahkan, di Timor Leste saat ini terdapat sekitar 400 perusahaan swasta asal Indonesia yang berusaha. Sementara lebih dari 5.000 pemuda Timor Leste belajar di Indonesia.

Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP. mengatakan, kerja sama yang dijalin dengan timor Leste menyangkut pertanian antara lain pengelolaan 10 daerah aliran sungai (DAS) lintas negara, yang luasnya sekitar 450 hektare untuk mengairi pertanian, kerja sama diklat (pendidikan pelatihan), penyuluh pertanian, dan sekolah pertanian.

“Pemerintah akan memperkuat sektor pertanian, menyediakan keamanan pangan dan mempromosikan pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan di wilayah pedesaan lintas negara. Kerja sama difokuskan pada ekspor produksi pertanian, termasuk di dalam rencana ini tugas untuk meningkatkan pelatihan bertani untuk meningkatkan produksi beras dan jagung untuk meningkatkan keamanan pangan,” ujar Mentan Amran.

Kepada Mentan Amran, PM Araujo menjelaskan, pihaknya akan meningkatkan keamanan pangan Timor-Leste dengan menggunakan varietas berpenghasilan tinggi yang diperkenalkan Kementerian Pertanian, sistem produksi panen yang baru dan perluasan gudang beras.

Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah akan melakukan penanaman modal yang signifikan dalam memulihkan dan memperluas sistem irigasi dan meningkatkan cadangan air.

“Kami akan memelihara Badan Penelitian dan Pengembangan luas akan dilakukan selama lima tahun ke depan untuk memandu petani pada metode pertanian dan panen yang baik untuk disesuaikan dengan keadaan daerah masing-masing,” ujarnya.

Kedua negara akan mendukung strategi kampanye penyuluhan pertanian atau pelatihan. Para pakar industri diharuskan untuk mengembangkan materi penyuluhan dan pelatihan untuk mempromosikan teknologi dan teknik tertentu atau untuk mengatasi masalah tertentu, seperti hama yang menyerang tanaman-tanaman tertentu.

Secara umum Timor Leste beriklim tropis dan penduduknya secara kasat mata berprofesi sebagai petani yakni sektor agrikultur pertanian padi.

Data statistik Sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan jumlah penduduk yang tercatat adalah 1.066.409 jiwa dengan komposisi yang aktif dalam pengolahan lahan pertanian sebesar 63% dari keselurahn pendudk (Diresaun Statistika nasional Timor Leste 2010).

Meskipun Timor Leste memiliki sumber daya minyak di Timor sea akan tetapi menyadari sumber daya alam minyak merupakan sumber daya langka dan terbatas maka adalah sepantasnya negara timor Leste menopang dirinya melalui sektor dominan yang mana masyarakatnya berkecimpung. Oleh sebab itu karena masyarakat Timor leste mayoritas berpenghidupan dari sektor pertanian.