Ini Alasan Petani Di Sumbar Enggan Jual Gabahnya Ke Bulog

MediaTani.com – Sejumlah petani di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) masih merasa enggan untuk menjual beras hasil produksinya ke Badan Urusan Logistik (Bulog), karena harga yang ditawarkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga dari tengkulak.
Salah seorang petani di Kuranji Kota Padang, Nazir, Rabu (29/07/2015), mengatakan kalau ia lebih memilih menjual beras ke tengkulak, karena lebih menguntungkan dibandingan dengan bulog. “Saya tidak mendapat untung jika harus menjual ke Bulog, karena biaya yang dihabiskan untuk keperluan bertani cukup besar,” katanya.
Ia menjelaskan, bulog membeli beras sesuan dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu sebesar Rp7.300 per kilogram, sedangkan tengkulak bisa membeli beras dengan Rp9 ribu per kilogram hingga lebih.
Berkaitan dengan itu, Kasi Tata Usaha (TU) Umum dan Humas Bulog Sumbar, Saidi mengatakan bahwa bulog diharuskan membeli beras dibawah atau sesuai dengan harga HPP. “Jika harga beras di atas HPP, maka Bulog tidak diharuskan membelinya,”paparnya.
Menurutnya, hal tersebut dapat membantu petani Sumbar, karena bisa menjual beras daerah lain dengan harga di atas HPP. “Kebanyakan beras dari Sumbar dikirim ke Pekanbaru dengan harga diatas HPP,”jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman tetap meminta petani untuk menjual padi hasil produksi mereka ke Perum Bulog untuk mengamankan ketersediaan beras nasional.
“Meskipun harga (pembelian Bulog) lebih rendah Rp 100 atau Rp 200 per kilogram dari harga pasaran tidak masalah. Serahkan saja ke Bulog untuk kepentingan nasional,” katanya.
Saat ini pemerintah menetapkan harga pembelian padi dan beras oleh Bulog untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp3.700 per kg, gabah kering giling (GKG) Rp4.600 per Kg dan beras sebesar Rp7.300 per Kg.