Kampung Reforma Agraria Asahan, 2Ha Per KK

Ilustrasi Pembukaan Lahan

MediaTani – Setelah sebelumnya di Kabupaten Langkat, Dewan Pengurus Wilayah Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara kembali mendeklarasikan kampung reforma agraria di Desa Sei Kopas, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sabtu (13/6/2015).

Syahmana Damanik, Ketua Badan Pelaksana Cabang SPI Kabupaten Asahan menjelaskan, kampung reforma agraria ini terdiri atas 153 kepala keluarga (KK) petani dengan lahan seluas 600 hektare.

“600 hektare tersebut terdiri atas lahan kolektif untuk logistik organisasi, dua hektare masing-masing untuk setiap KK untuk ditanami tanaman, fasilitas umum, dan tempat tinggal,” kata Syahmana.

Maulina Boru Sitorus, perempuan petani yang memimpin SPI di Desa Sei Kopas menuturkan, perjuangan mempertahankan lahan dimulai sejak tahun 2003.

“Kami bergabung dengan SPI sejak tahun 2006 dalam usaha merebut lahan kami yang diserobot PT Jayabaru Pratama tanpa Hak Guna Usaha (HGU). Segala pahit getir telah kami alami, mulai diusir, tanaman kami diberangus, dikriminalisasi, bahkan demi mempertahankan lahan kami pernah tidur di depan alat berat buldozer,” jelas Maulina.

Karena kegigihan, keuletan, dan kesatuan akhirnya mereka mulai mendapatkan hasilnya sejak tahun 2011.

“Sekarang, selain sawit, kami juga menanam jagung, ubi, dan pisang. Kami juga sudah memiliki koperasi untuk mendistribusikan hasil tani. Kami yakin petani mampu mendukung tegaknya kedaulatan pangan mulai dari level desa hingga provinsi,” kata Maulina.

Ketua Badan Pelaksana Pusat SPI Henry Saragih yang hadir dalam acara ini menyampaikan, deklarasi kampung reforma agraria ini sesuai dengan visi misi pemerintahan Presiden Joko Widodo yang ingin menegakkan kedaulatan pangan nasional, yang salah satu tahapannya adalah dengan melakukan peningkatan akses kepemilikan lahan pertanian bagi petani kecil tidak bertanah.

“Redistribusi lahan kepada 4,5 juta keluarga petani kecil dan buruh tani tersebut merupakan komitmen pemerintahan Jokowi terhadap petani, dan SPI sudah melaksanakannya jauh hari, yaitu sejak 15 tahun lalu,” kata Henry di hadapan ribuan petani yang hadir.

Deklarasi diikuti dengan peninjauan lahan tanaman pangan dan penanaman bibit pangan di lahan milik anggota SPI oleh rombongan Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Asahan, rapat umum petani se-Sumatera Utara, serta pementasan seni dan pesta rakyat.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintahan seperti Hidayat Nasution dari DPRD Asahan, Julianto dari Dinas PSDA Sumatera Utara, M. Sinaga dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Asahan, Darwis Sianipar dari KPU Asahan, dan para undangan.