Keliru, Kementan Bantah Tudingan Soal Kandungan Jeroan

Mediatani.com – Kementerian Pertanian (Kementan) membantah dengan keras adanya tudingan dari ahli nutri pangan yang bersumber dari hewan (Nutritionist of Animal source foods) Institut Pertanian Bogor, Astari Apriantini bahwa jeroan memiliki kandungan yang tidak sebanding dengan mudaratnya atau tingginya efek negatif terhadap kesehatan. Menurut Astari, mudaratnya jeroan karena mengandung kolesterol yang tinggi.

Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita menilai anggapan tersebut keliru. Sebab jeroan yang dimaksud adalah hati sapi yang memiliki banyak kelebihan atau manfaat bagi tubuh manusia.

“Jika kita melihat dari satu sisi sudut pandang, mungkin pendapat Saudari Astari itu ada benarnya. Namun kita seharusnya secara bijak melihat suatu produk itu secara utuh kemanfaatannya bagi tubuh manusia. Seperti halnya hati, sangat bermanfaat bagi tubuh manusia karena kandungan yang ada pada hati, seperti asam folat dan Fe yang sangat diperlukan tubuh dalam proses pembentukan sel darah merah atau terutama bagi orang yang menderita anemia,” kata Ketut di Jakarta, Selasa (23/8).

Ketut menjelaskan meskipun salah satu fungsi hati adalah menetralisir racun, namun racun tersebut tidak disimpan di jaringan hati, justru hati merupakan organ penyimpanan nutrisi penting seperti Vitamin A, D, E, K, B12, asam folat dan mineral seperti tembaga dan besi yang sangat diperlukan oleh tubuh manusia. Sepotong hati sapi 68 gram mengandung lemak dan lemak jenuh 6%, natrium 2%, karbohidrat 1%, protein 40%, dan vitamin 2% dari nilai harian yang dibutuhkan tubuh.

“Sejumlah nutrisi ini membuat hati sapi sangat layak untuk dikonsumsi dan bermanfaat bagi kesehatan manusia untuk mengatasi Anemia, menyehatkan otak dan meningkatkan daya ingat,” jelasnya.

Baca Juga: Kenapa Kementan membuka impor jeroan?

Ketut menambahkan manfaat hati sapi lainnya yakni sebagai sumber gizi pada masa kehamilan, perkembangan sistem syaraf, meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kemudian, hati sapi dapat mencegah kanker dan penyakit jantung, sumber energi dan menjaga Kesehatan Mata. Melihat nilai gizi yang demikian banyak pada hati, tentu tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa hati itu lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya. Kandungan kolesterol pada hati memang tinggi, namun ketika dikonsumsi pada takaran yang tidak berlebih tentu bermanfaat bagi tubuh.

“Bagi saya tidak ada makanan yang tidak berisiko termasuk makan buah-buahan. Pada penderita penyakit tertentu justru dilarang memakan buah-buahan tertentu pula,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ketut menegaskan yang diperlukan saat ini yakni bagaimana kita berusaha bersama untuk mencerdaskan masyarakat kita dalam mengonsumsi pangan tertentu, agar tidak terkesan menakut-nakuti masyarakat. Obat sekalipun yang jika diminum tidak sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter, justru membuat orang itu sakit.

“Untuk itu saya ingin mengajak siapa saja, terlebih yang benar benar ahli tentang kesehatan untuk mengeluarkan pernyataan yang dapat menyejukkan hati masyarakat, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman mengkonsumsi produk hewan. Terlebih misalnya ditunggangi oleh kepentingan kelompok tertentu, untuk keuntungan kelompok tersebut,” tegasnya.

/AB