Kementan Alokasikan 45 Ribu Ha Untuk Hazton Di Kalbar

Mediatani.com – Pada Tahun 2016 ini, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan tanaman padi dengan menggunakan teknologi hazton di Indonesia. Salah satu daerah yang akan menjadi lokasi pengembangan Hazton tersebut adalah Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Hazairin mengatakan adapun luas yang disetujui kementerian pertanian menurut Hazairin yang merupakan pencetus teknologi hazton ini yaitu 45 ribu hektare.

“Tahun ini akhirnya Kementerian mempercayakan ke kita untuk pengembagan tanaman padi dengan teknologi hazton. Sebanyak 45 ribu hektare dari yang alokasikan diperuntukan di berbagai kabupaten dan kota di Kalbar,” ujar Hazairin seperti dilansir tribunnews.com pada Minggu, (15/5/2016).

Hazairin mengatakan untuk luar Kalbar hanya 5 ribu hektare yang dianggarkan untuk pengembangan pertanian dengan metode hazton.

“Mengapa sedikit di luar Kalbar sebab mayoritas itu semua untuk tahap uji coba kepada petani. Sedangkan di kita memang sudah tinggal pengembangan,” ujarnya.

Dirincikan Hazairin, untuk di Kalbar porsi Kabupaten Sambas merupakan daerah yang terbanyak mendapatakan alokasi penanaman dengan hazton tersebut. Di mana ada 10 ribu hektare.

Selanjutnya alokasi tersebut disusul Kabupaten Sanggau yaitu 6 ribu hektare. Saat ini ia mengatakan hanya satu kabupaten saja di Kalbar yang tidak menerapkan hazton yaitu Kabupaten Landak.

Baca : Ulasan Metode Hazton pada Dua Tipologi Lahan dalam Peningkatan Produksi Padi

Ia mendorong penerapan pertanian dengan metode hazton karena petani akan sangat terbantu. Sebab selain menghasilkan berlipat-lipat dari panen dengan hazton juga dalam proses pemeliharaan dan ketahanan terhadap hama akan lebih baik dari yang lainnya.

“Kota Pontianak saja ada dialokasikan yaitu 100 hektare,”katanya.

Semoga ini ke depan terus dikembangkan masyarakat karena sudah terbukti,” harapnya.