Kunci Keberhasilan Amran Sulaiman Tingkatkan Produksi Pertanian

Menteri Pertanian Amran Sulaiman Bersama Presiden RI Jokowi mengoprasikan Harvester Padi

MediaTani – Menteri pertanian Amran Sulaiman menerangkan peningkatan produksi pertanian tahun ini dapat dicapai berkat langkah taktis yang dilakukan kementerian pertanian selama era kepemimpinannya.  Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan produksi padi berdasarkan Angka Ramalan (ARAM) I ‎tahun 2015 mencapai 75,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat 4,7 juta ton setara 6,6% dari produksi padi tahun 2014 yang hanya 70,8 juta ton GKG.

“Kita melakukan akselerasi (percepatan) faktor-faktor kunci. Pertama adalah realisasi rehabilitasi irigasi tersier untuk 1 juta hektar lahan pertanian. Kemudian alsintan (alat mesin pertanian) dari target 60.000 unit sudah didistribusikan 38.000 unit,” ujar Amran dalam paparan media di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (3/7/2015).
Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring mengatakan, ada sejumlah faktor yang mendorong keberhasilan pencapaian produksi padi tahun ini.
Pertama, adalah penambahan jumlah areal tanam padi di awal tahun sekitar 400.000 hektar. “Ada kenaikannya dari luas tanam. Oktober-Maret 2014 hanya 8,1 juta hektar, sekarang (2015) luasnya menjadi 8,6 juta hektar,” ujar Hasil dalam kesempatan yang sama.
Faktor kedua, adanya penurunan luas area gagal panen alias puso. “Puso Oktober-Maret 2015 hanya sekitar 48.000 hektar, tahun lalu bisa mencapai 148.000 hektar, jadi sudah ada tambahan 100.000 hektar yang panennya berhasil,” katanya.
Ketiga, tambah dia lagi, ada kenaikan pada penyaluran pupuk ke para petani.
“Naik 265.000 ton dibanding Oktober-Maret tahun lalu. Keempat, kita kualitas produktivitas kita lebih bagus dibanding tahun lalu. Tahun lalu 51,08 kwintal/hektar, sekarang 51,54 kwintal/hektar, berarti naik 0,5 kwintal/hektar,” katanya.