Long March Warga Kendeng Pati Ngrungkebi Bumi Mina Tani

Mediatani.com –  Memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2016, sekitar 2000 petani di Lereng Pegunungan Kendeng Utara akan melakukan Long March Ngrungkebi Bumi Mina Tani, pada Kamis malam, 19 Mei 2016. Perjalanan dengan jarak tempuh 20 kilometer sembari membawa obor akan di mulai dari petilasan Nyai Ageng Ngerang di Kecamatan Tambakromo, sebagai lokasi yang akan terdampak dari rencana pendirian pabrik dan pertambangan yang akan dilakukan oleh PT. Indocement. Sedangkan finish perjalanan di Alun-alun Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Long March warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) ini muncul dari kesadaran, panggilan moral dan hati nurani yang tidak ingin masa depan anak cucu terwarisi lingkungan yang rusak dan menyengsarakan hidup mereka kelak.

Selain itu, long march ini juga sebagai bentuk usaha untuk mempertahankan slogan Kabupaten Pati sebagai “Bumi Mina Tani”. Dengan slogan tersebut pemerintah daerah Pati seharusnya berpihak pada para kaum tani yang telah membuat daerah tersebut menjadi lumbung pangan selama ini, bukan berpihak pada industri pertambangan yang akan merusak sumber air untuk pengairan irigasi dan kehidupan warga.

Long march ini juga berkaitan dengan rencana PT. Sahabat Mulia Sakti (SMS), sebagai anak perusahaan dari PT. Indocement Tunggal Prakarsa, yang hendak melakukan ekspansi pembangunan pabrik semen dan penambangan di wilayah Kecamatan Kayen dan Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati.

Warga telah melakukan gugatan atas ijin pabrik dan penambangan tersebut dan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang pada tanggal 17 November 2015 telah memenangkan gugatan mereka. Tapi warga belum bisa bernafas lega karena Pemda Kabupaten Pati dan PT SMS telah naik banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya.

Gunretno dari JMPPK Pati mengatakan, Long March para petani mewakili suara masyarakat yang akan terkena dampak langsung dari industri pabrik semen yang akan berdiri di Pati tersebut. Berkaitan dengan kasus gugatan izin lingkungan PT. SMS yang sedang dalam proses di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya, dengan Long March ini warga hendak mengingatkan majelis hakim yang menyidangkan, memeriksa, dan akan memutus kasus pabrik semen di Kabupaten Pati.

Hakim harus memegang prinsip-prinsip keadilan, serta saat pengambilan keputusan nanti tidak hanya mempertimbangan keputusannya dengan semata mengacu pada berkas-berkas tertulis saja , melainkan perlu juga melihat bukti di lapangan dan dampak terhadap kehidupan petani dan lingkungan di masa yang akan datang.

“Kami yang hidup sehari-hari di lokasi rencana pabrik semen tersebut meyakini bahwa dari sudut manapun pertimbangannya, sungguh tidak layak jika di Kecamatan Tambakromo dan Kayen didirikan pabrik semen,” kata Gunretno.

Selanjutnya Gunretno mencotohkan, dari segi kepadatan penduduk saja, kalau di bandingkan dengan kepadatan penduduk Kecamatan Sukolilo yang telah terbukti gagal dalam rencana pendirian pabrik semen gresik tahun 2009 lalu, maka Kecamatan Tambakromo lebih padat jumlah penduduknya. Sehingga para hakim harus memegang teguh prinsip keadilan dan berpihak pada fakta dan kebenaran. Salah satunya demi tujuan kelestarian alam Pegunungan Kendeng yang harus tetap terjaga, demi keberlangsungan kehidupan dan keberlanjutan ekosistem.