Mentan Gembira Hasil Panen IPB3S Capai 13,4 Ton Per Hektar

MediaTani.com – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengaku gembira saat menyaksikan panen perdana padi varietas IPB3S di Desa Mekarasih, Kecamatan Banyusari, Kab Karawang, Jumat (25/9/2015). Pasalnya, berdasarkan hasil panen ubinan, varietas padi baru yang dikembangkan IPB tersebut mampu berproduksi sebanyak 13,4 ton per hektare.

“Varietas baru hasil temuan IPB ini sangat menggembirakan. Terbukti tanaman padi jenis IPB3S ini bisa menghasilkan gabah kering pungut 14,4 ton per hektare atau nett per hektare sekitar 9 hingga 10 ton,” ujar Amran di sela-sela acara panen.

Menurut dia, produksi padi sebesar itu sangat luar biasa. Sebab, rata-rata produksi padi nasional paling tinggi hanya ada pada kisaran 5,1 ton per hektare.

Amran mengatakan, awalnya padi jenis IPB3S itu hanya dikembangkan IPB di Kabupaten Karawang pada lahan 5 hektare saja. Namun pihaknya meminta agar padi jenis itu langsung dikembangkan pada areal sawah seluas 500 hektare. Ternyata hasilnya memuaskan, sehingga pada musim tanam (MT) padi IPB3S itu akan ditanam pada areal sawah seluas 50 ribu hektare.

“Ini luar biasa, saya belum pernah dengar hasil panen sebesar itu. Kalau padi jenis ini dikembangkan 30 persen, maka selesai persoalan pangan pangan kita,” tutur Amran.

Disebutkan, beberapa bulan silam, pihaknya menandatangani naskah kerja sama dengan 14 perguruan tinggi pertanian, termasuk di antaranya IPB untuk mengembangkan varietas padi unggul. Saat itu IPB menyodorkan varietas IPB3S yang kemudian dikembangkan di Kabupaten Karawang.

“Sekarang dibuktikan, hasilnya sangat menggembirakan,” kata Amran.

Menurut dia, keberhasilan pengembangan tanaman padi jenis tersebut merupakan indikator keberhasilan pemerintah dalam upaya mewujudkan program ketahanan pangan nasional. Amran optimistis jika IPB3S itu dikembangkan secara meluas, impor beras tidak diperlukan lagi.

Menurut dia, ketika Indonesia diladana El-nino tahun 1998, negara mengimpor beras sebanyak 7,1 juta ton. Padahal saat itu jumlah penduduk Indonesia belum sebanyak saat ini. Namun kini, ketika El-nino kembali melanda Indonesia, negera belum mengimpor beras secuil pun. “Artinya spesial efek oleh pemerintah itu luar biasa hasilnya. Sebab belum ada impor beras sampai detik ini,” kata Amran.