Mentan: Stok Bawang Merah Aman, Harusnya Harga Normal

Menteri Pertanian Mengamati Bawang Merah Yang dijajakkan [dok: pertanian.go.id]

MediaTani – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, stok untuk bawang merah dan cabe sebenarnya aman dan tidak seharusnya harga dua komoditi ini melonjak. Namun kenyataannya, kestabilan harga bawang merah di berbagai daerah di Sulawesi Selatan mulai terganggu menjelang Ramadan kendati stok masih aman untuk kebutuhan pasar.

“Saya tak mau berspekulasi apa penyebab harga bawang di Sulsel bergejolak, padahal daerah ini memiliki sentra produksi bawang merah. Karena itulah saya harus turun langsung untuk mencari tahu apa penyebab harga terus bergerak naik,” ujar Mentan saat mendampingi kujungan kerja Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (6/6).

Dalam sidaknya di Pasar Tradisional Terong, Makassar, para pedagang mengaku pada dirinya permintaan terus meningkat, namun tidak berani menjual banyak karena harga dari pengumpul juga naik terus.

Di Pasar Tradisional Terong, Mentan mendapati harga bawang merah lokal dari Bantaeng Rp16 ribu-Rp20 ribu per kilogram. Sedangkan bawang dari Bima (lebih harum) Rp 40 ribu per kilogram.

“Sulsel memiliki stok sekitar 5.000 ton, sedangkan harga bawang di tingkat petani antara Rp 17.000 sampai Rp 20.000 per kilogram. Sekarang Sulsel menghadapi musim panen bawang sekitar 500 hektare, produksinya itu bisa menutupi kebutuhan lebaran,” kata Mentan.

Seperti diketahui, di Sulsel ada tiga daerah penyuplai bawang merah terbesar yakni Kabupaten Enrekang, Bantaeng dan Jeneponto. Produksi dari sentra penghasil bawang di daerah pegunungan Enrekang sebesar 33.017 ton, Bantaeng 5.031 ton dan Jeneponto 1.224 ton.

Produksi bawang Sulsel tak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, selama ini juga dipasarkan ke Kalimantan dan daerah lainnya. Panen raya bawang merah di Sulsel berlangsung Januari hingga Februari, tetapi produksi tetap ada sampai Agustus, bahkan petani di Enrekang dan Jeneponto sepanjang tahun menghasilkan bawang merah.

Mengingat stok yang masih aman, Mentan berharap sama sekali tidak dibutuhkan impor meskipun rekomendasi impor bawang merah dari Kementerian Pertanian sudah dinanti oleh Kementerian Perdagangan.

“Untuk bawang merah, impor adalah pilihan terakhir bila memang benar-benar diperlukan. Tapi saya harap tidak perlu impor, karena stok kita cukup hingga Lebaran. Kita lihat saja nanti,” pungkas Mentan.(PR)