Menteri LHK Beri Peringatan Perambah Hutan Jadi Lahan Pertanian

Mediatani.com – Sebagai upaya peningkatan produksi pertanian di Provinsi Lampung, sejumlah areal hutan telah dirambah. Areal Huatan tersebut dirubah oleh masyarakat dalam rangka pengembangan lahan pertanian dan perkebunan.

Hal tersebut mengundang komentar dari Menteri Lingkungan Hidup (LH) dan Kehutanan RI Siti Nurbaya. Dirinya mengingatkan pengelolaan sumber daya hutan jangan sampai merusak ekosistem dan aset tanah yang merupakan hutan negara.

“Pembinaan harus dilakukan secara berkala. Saya akan memantau di 26 lokasi di Indonesia lokasi hutan yang dikelola oleh Kelompok Tani,” kata dia saat meninjau kawasan hutan di Kabupaten Lampung Selatan sebagaimana dikutip Radar Lampung (Jawa Pos Group), Minggu (17/7).

Secara terpisah, Dirjen PSKL Hadi Daryanto mengatakan jika menilik permasalahan yang ada, masyarakat meminta izin ke pemerintah untuk mengelola hutan agar digunakan untuk kepentingan perekonomian rakyat.

Untuk itu, masyarakat diminta segera membentuk Mitra Konservasi, kemudian membuat NKK (Nota Kesepahaman Konservasi).

Setelah itu, Kementerian LHK akan mengeluarkan Izin pengelolaan hutan untuk dimanfaatkan oleh rakyat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun mediatani.com, Kelompok Tani Wana Karya memiliki 20 Kelompok mengelola Luas 350 Ha. Dalam mengelola lahan tersebut, mereka telah menanam 412. 500 Batang dengan berbagai Jenis Tanaman yaitu Kemiri, Petai, Glarisda, Kakau pada periode tahun tanam 1999/ 2000.

Dan Desa Bogorejo memiliki lebih kurang 5000 Warga, yang menggantungkan nasibnya dari hutan TAHURA dengan luas 22.243 Ha.

/JP/TL