Menteri Pertanian Indonesia dan Hongaria Kerjasama Kembangkan Gandum

Mediatani.com – Di sela-sela kunjungan Perdana Menteri Hongaria ke Indonesia, Menteri Pertanian Hongaria, Dr. Sandor Fazekas, berkesempatan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian RI. Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian RI, Dr. Andi Amran Sulaiman menyampaikan capaian kinerja pembangunan pertanian, khususnya peningkatan produksi padi dan jagung yang menurut ARAM II BPS tahun 2015 masing-masing mencapai 74.9 juta ton GKG dan 19,83 juta ton pipilan kering.

Disampaikan juga bahwa capaian produksi tersebut merupakan tertinggi selama 10 tahun terakhir, meskipun pada kondisi El-Nino dengan intensitas yang sangat tinggi. Selanjutnya Menteri Pertanian menyampaikan bahwa dengan kondisi tersebut, hingga saat ini Indonesia belum mengkonsumsi beras impor. Importasi yang dilakukan hanya untuk cadangan pangan dalam negeri jika kondisi El-Nino berkelanjutan. Demikian juga untuk jagung, angka importasi pada tahun 2015 menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada kesempatan pertemuan tersebut, Menteri Pertanian Hongaria mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan oleh Menteri Pertanian dalam mencapai peningkatan produksi pangan yang cukup signifikan melalui Upaya Khusus (UPSUS) yang mencakup (i) perubahan kebijakan pengadaan prasarana dan sarana produksi pertanian dari proses tender menjadi penunjukkan langsung, (ii) revitalisasi infrastruktur pertanian khususnya rehabilitasi jaringan irigasi, (iii) gerakan mekanisasi pertanian secara masif, (iv) penerapan inovasi teknologi melalui penyebaran benih varietas unggul, pupuk berimbang, dan penerapan teknik budidaya terbaru, dan (v) pendampingan petani oleh penyuluh, peneliti, akademisi, mahasiswa, dan TNI. Selain itu, Menteri Pertanian Hongaria juga mengapresiasi upaya-upaya Menteri Pertanian RI dalam menigkatkan kesejahteraan petani melalui penataan rantai pasok dan hilirisasi produk pertanian.

Sejak menjadi Menteri Pertanian Hongaria, Dr. Fazekas, menyampaikan bahwa telah terjadi peningkatan produksi pertanian kurang lebih satu setengah kali. Hongaria merupakan pemasok jagung terbesar untuk Eropa. Hongaria juga merupakan produsen gandum dengan produktivitas 7 ton/ha, serta memiliki kualitas gandum terbaik di Eropa. Menteri Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sudah mulai mengembangkan komoditi gandum di beberapa wilayah seperti Sumatera Barat seluas 1000 ha.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri bersepakat untuk melakukan kerja sama dalam peningkatan ketahanan pangan dan perdagangan produk pertanian kedua negara. Menteri Pertanian RI mengundang investor dari Hongaria untuk berinvestasi pada pengembangan komoditi strategis, khususnya jagung, gula, dan peternakan sapi. Melihat potensi produksi dan produktivitas gandum Hongaria yang sangat besar serta keahlian yang dimiliki oleh Hongaria, Menteri Pertanian RI menawarkan juga peluang investasi pengembangan gandum di Indonesia. Menteri Pertanian Hongaria menyambut baik tawaran tersebut dan berharap segera dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait di kedua negara. Terkait dengan perdagangan produk pertanian, Menteri Pertanian RI menawarkan kepada Hongaria untuk memasok gandum ke Indonesia sepanjang harganya kompetitif dibandingkan dengan pemasok yang sudah ada saat ini.

Menteri Pertanian RI mengusulkan agar segera dirancang payung kerja sama di bidang pertanian antara Indonesia dengan Hongaria serta menugaskan Tim Kementerian Pertanian melakukan koordinasi dengan instansi terkait di Hongaria. Tim Kementerian Pertanian akan dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Bidang Investasi, didampingi oleh para ahli dari Badan Litbang, Kementerian Pertanian dan Universitas.

/SD


  • Meta_osmani

    menurut saya bukan mengembangkan suatu komoditas yang baru untuk menyelesaikan masalah pangan tetapi dengan penembangan komoditas lokal yang sudah ada guna di tingkatkan produktivitasnya