Menteri Pertanian Ingin Jadikan Kabupaten Bone Percontohan Pertanian

MediaTani –Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berharap Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah percontohan pangan, dalam memenuhi target swasembada pangan dari pemerintah pusat. Dia bahkan menantang Pemkab Bone untuk mengusulkan bantuan sesuai kebutuhan petani di Bone. Berapa pun jumlahnya, kementerian pertanian siap mengucurkan bantuan tersebut.

Bupati Bone , Andi Fashar M. Padjalangi

“Saya harap ini tercapai, apalagi di tahun ini Bone mendapat bantuan di sektor pertanian baik irigasi tersier, benih, dan hand tractor untuk dapat meningkatkan produksi di sektor pertanian,” kata Amran, di sela menghadiri panen raya di Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sabtu, 4 April 2015.

Ia menyebutkan, untuk irigasi tersier, Bone mendapat bantuan sampai 35.000 hektare dan tahun ini di targetkan selesai. Sulawesi Selatan sendiri mendapat bantuan bibit dan benih, masing-masing jagung 20 ribu hektare, kedelai 56 ribu hektare, dan traktor tangan 88 unit.

Dengan bantuan ini, Amran meminta kepada masyarakat memanfaatkan dengan benar sehingga produksi pertanian meningkat. “Kalau berhasil produksi meningkat 20 persen dari sebelumnya, tapi kalau gagal maka bantuannya akan saya pindah,” ujarnya.

Ia meminta agar pemberian bantuan ini betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat, dan dia berharap bantuan ini bisa mendorong Bone menjadi daerah lumbung beras di Provinsi Sulawesi Selatan.

Bupati Bone Andi Fashar Padjalangi mengaku optimis apa yang diberikan oleh Menteri Pertanian menjadikan Bone surplus beras. Kini Bone surplus beras sebanyak 400 ribu ton.

Namun, kata dia, ada kendala dari sistem pertanian di Bone. “Sistem tanam masyarakat petani di sini masih menggunakan sistem hambur dan langsung terobos, namun saat ini ada upaya untuk peningkatan produksi dengan menghadirkan alat pertanian sehingga kualitas lebih baik,” kata Fahsar, yang ditemui di rumah jabatan Bupati Bone, Ahad, 5 April 2015. Fahsar pun berharap ke depan Bone akan menjadi salah satu daerah penyangga pangan, seperti pada 1998.