Menteri Pertanian Optimis Produksi Padi Meningkat Pesat

Menteri Pertanian Turun Ke Sawah Menanam Padi Di Maluku Utara
MediaTani – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku optimistis produksi padi akan meningkat di tahun ini. Dia mendasarkan pada laporan Badan Pusat Statistik yang memprediksi bakal ada kenaikan jumlah produksi Gabah Kering Giling (GKG).

“Produksi padi tahun 2015 diperkirakan sebanyak 75,55 juta ton GKG atau mengalami kenaikan sebanyak 4,70 juta ton (6,64 persen) dibandingkan tahun 2014,” ujar Andi Amran melalui keterangan tertulis seperti diterima Dream.co.id, Kamis, 2 Juli 2015.
Andi mengatakan, produksi tahun lalu hanya mencapai 70,85 juta ton. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 0,43 juta ton atau sekitar 0,61 persen ketimbang tahun 2013.
Kenaikan produksi padi tahun ini diprediksi terjadi di Pulau Jawa dengan jumlah sebanyak 1,83 juta ton sementara di luar Pulau Jawa sebanyak 2,88 juta ton. Kenaikan produksi ini disebabkan kenaikan luas lahan panen seluas 0,51 juta hektar, setara 3,71 persen dan kenaikan produktivitas sebesar 1,45 kuintal/hektar atau sekitar 2,82 persen.
Menurut Andi, kenaikan produksi juga terjadi pada komoditas jagung. Untuk tahun ini, produksi jagung diprediksi sebesar 20,67 juta ton pipilan kering, naik sebanyak 1,66 juta ton atau sekitar 8,72 persen dibandungkan tahun 2014.
Sementara untuk produksi jagung di tahun 2014 mencapai 19,01 juta ton pipilan kering. Jumlah ini mengalami kenaikan 0,50 juta ton atau sekitar 2,68 persen dibandingkan tahun 2013.
Selain itu, komoditas kedelai tahun 2015 juga mengalami kenaikan produksi. Tahun ini diperkirakan produksi kedelai mencapai 998,87 ribu ton biji kering, meningkat sebanyak 43,87 ribu ton atau 4,59 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara produksi kedelai tahun 2014 sebanyak 955 ton. Jumlah ini meningkat sebanyak 175,01 ribu ton atau sekitar 22,44 persen dibandingkan tahun 2013.
Penyebab kenaikan dua komoditas ini diklaim karena ada perluasan lahan panen untuk jagung seluas 160,48 ribu hektar atau sekitar 4,18 persen dan kenaikan produktivitas sebesar 2,16 kuintal/hektar atau 4,36 persen. Sedangkan untuk kedelai, terdapat perluasan lahan panen seluas 24,67 ribu hektar atau sekitar 4,01 persen dan peningkatan produktivitas sebesar 0,09 kuintal/hektar, sekitar 0,58 persen.