Menteri Pertanian Soroti Distribusi Bahan Pokok

Menteri Pertanian Amran Sulaiman

MediaTani – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengharapkan angkutan distribusi bahan pangan pada saat menjelang dan usai Lebaran mendapatkan prioritas sehingga tidak mengganggu pasokan kebutuhan bahan pokok tersebut di masyarakat.

“Ini kami koordinasi ke (kementerian) perhubungan supaya menjadi skala prioritas untuk pangan agar dapat terus memasok bahan-bahan pangan sehingga harga tak terjadi anomali,” ungkap Mentan seusai mengunjungi Pasar Legi dan Pasar Gede di Surakarta, Kamis (11 Juni 2015).

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta kepada seluruh kendaraan berukuran besar untuk tidak menggunakan jalan yang dilalui para pemudik beberapa hari menjelang dan usai Lebaran lantaran dapat mengganggu arus lalu lintas.

Amran menyatakan telah meminta Kemenhub agar memberi jalan terhadap kendaraan yang mengangkut bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat untuk memasok selama bulan puasa hingga Lebaran, terutama bagi bahan-bahan kebutuhan utama seperti beras, cabai, bawang, dan daging.

“Distribusi pangan jangan antre. Khususnya beras, daging, cabai, bawang jangan antre, baik di pelabuhan maupun di jalan darat. Kami sudah koordinasi agar bisa cepat. Saya pastikan distribusi pangan harus bisa melewati jalan tol,” ujar menteri.

Pada kesempatan itu Mentan menyatakan, harga-harga sejumlah kebutuhan pokok seperti cabai, bawang merah relatif masih stabil meskipun menghadapi bulan Ramadan.

Di Pasar Legi Surakarta tercatat, harga cabai rawit merah kini hanya Rp15.000 per kilogram (kg) atau turun sebesar Rp2.000 dibandingkan akhir Mei lalu yang mencapai Rp17.000 per kg.

Ia menyatakan akan terus mengecek pasokan dan harga bahan-bahan pangan hingga dua minggu puasa untuk mengantisipasi kenaikan harga yang menjulang saat puasa dan jelang Lebaran.

Menurut dia, kenaikan harga bahan-bahan pangan saat puasa dan menjelang Lebaran merupakan ulah para spekulan serta pengepul sehingga harus dicek secara rutin agar mereka tidak menaikkan harga terlalu tinggi.

Jika kenaikan tersebut sudah tidak wajar, tambahnya maka pihaknya akan tegas untuk memotong rantai pasokan agar harga pangan dari hulu hingga hilir tidak terjadi perbedaan yang mencolok. (ANTARA)