Mukernas BPP PISPI Usung Agriculture Reform

Mediatani.com – Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (BPP PISPI) menggelar pelantikan pengurus dan musyawarah kerja nasional (Mukernas) di Balai Kartini Jakarta, Sabtu, 30/1/2016. Dengan tema “Agriculture Reform” BPP PISPI bertekad untuk mewujudkan kesejahteraan petani melalui reformasi berbagai subsektor di bidang pertanian.

Ketua Umum BPP PISPI 2015-2020, Ir. Sunarso M.Si. menerangkan bahwa Fokus perjuangan PISPI dalam masa baktinya kedepan akan memperjuangkan terwujudnya reformasi agraria, pembangunan yang terintegrasi dengan pertanian, dan market reform. Menurutnya, laju alih fungsi lahan pertanian sudah semakin parah dan hal tersebut akan mengancam ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani.

Sunarso menyebutkan, harus ada kebijakan yang tepat untuk masalah lahan tersebut. “Di pulau jawa kita harapkan petani dapat memiliki lahan pertanian lebih dari 0,5 Ha sedangkan di Luar Jawa harus ada upaya optimalisasi lahan tidur yang diperuntukkan dapat dikelola oleh petani yang tidak memiliki lahan” Tutur Sunarso.

Selain itu, Sunarso juga mengharapkan pembangunan yang dilakukan pemerintah memperhatikan sektor  pertanian. Menurutnya, kesejahteraan petani sangat ditopang oleh pembangunan infrastruktur yang memadai. Hal tersebut berkaitan dengan perbaikan produksi seperti irigasi, serta akses petani terhadap pasar melalui pembangunan jalan yang dapat menghubungkan petani dengan pasar. Begitu juga dengan sarana produksi olahan hasil pertanian.

Ketua bidang Kajian Strategis BPP PISPI, M. Arief A. Bhisma menambahkan, saat ini petani sangat membutuhkan akses terhadap pasar agar tidak terjadi disparitas harga antara petani dan pasar. Menurutnya selama ini petani hanya memperoleh pendapatan yang minim dan harga tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan harga di pasar. Dirinya menambahkan perlu ada reformasi sistem pasar yang melibatkan petani.

“PISPI sebagai wadah sarana bagi bagi sarjana pertanian di Indonesia dalam menyalurkan seluruh aspirasi dan masukannya untuk kemajuan pertanian nasional. Sudah selayaknya membantu mewujudkan kesejahteraan petani dengan memanfaatkan segala sumberdaya yang dimiliki” tuturnya.

Dalam kegiatan Mukernas tersebut, hadir pula Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar sebagai keynote speaker Seminar Nasional yang menjadi rangkaian kegiatan tersebut.

Menurut Menteri Marwan, potensi kelangkaan pangan tersebut telah menjadi ancaman yang serius. Maka ia pun berupaya untuk membantu mengatasi hal tersebut, dengan membangun dan mengembangkan potensi pertanian di desa-desa. Menurutnya, pertanian adalah watak Indonesia yang harus terus dikembangkan.

“Meskipun Indonesia akan menjadi poros maritim dunia, pertanian tidak boleh kita lupakan. Kita bisa memanfaatkan dana desa untuk membangun dan mengembangkan pertanian desa. Karena pertanian dan perkebunan ini kan sumbernya dari desa. Nah, kita bisa memanfaatkan dana desa untuk ini,” ujarnya.

Dalam hal ini, Menteri Marwan juga mengatakan akan melakukan MoU dengan Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia, untuk berkolaborasi dalam membangun dan mengembangkan pertanian desa. “Kita bisa saling berkolaborasi, bahkan saya harap kontribusi para sarjana pertanian ini dapat memberikan inovasi dan kreatifitas baru untuk pertanian Indonesia, khususnya di desa,” ujarnya.

Menteri Marwan juga berharap, akan semakin bertambahnya sarjana dan ahli bidang pertanian untuk kembali ke desa. Ia meyakini, sinergi antara sarjana, industri, pemerintah, dan masyarakat akan dapat menghadapi ancaman langka pangan. “Ini juga merupakan lompatan yang luar biasa, untuk memperkuat desa secara ekonomi,” ujarnya.

/IA