Pembagian Traktor Jangan Hanya Pencitraan

MediaTani – Beberapa anggota DPR RI menilai janji Presiden Jokowi untuk membagaikan hand tractor dan pompa air kepada petani, hanya pelengkap seremonial. Contohnya pembagian hand tractor dan peralatan pertanian di Kabupaten Ponorogo dan Ngawi Jatim yang bermasalah.

Terdapat ribuan peralatan pertanian yang sudah dipajang saat Presiden Jokowi berdialog dengan petani di Ponorogo tetapi sampai sekarang belum dibagikan ke petani. Bahkan traktor yang sudah diserahkan secara simbolis kepada perwakilan petanipun juga langsung ditarik setelah upacara selesai.

Hal tersebut mengundang reaksi wakil ketua DPR RI, Fadli Zon. Politisi partai Gerindra ini mengatakan, pencitran seperti ini sebaiknya jangan dilakukan.

“Kasihan petani. Petani yang hatinya berbunga-bunga setelah dijanjikan hand tractor, akhirnya gigit jari,” kata Fadli zone pada suarasurabaya.net .

Seiring banyaknya reaksi tersebut, Amran Sulaiman Menteri Pertanian pun mengeluarkan pernyataan. Menurutnya ada salah komunikasi antara petani dan panitia. Ribuan traktor yang waktu itu dipamerkan, tidak seluruhnya untuk Ponorogo tapi untuk petani di seluruh Jatim.

“Kabupaten Ponorogo sendiri mendapat jatah sekitar 45 traktor selebihnya dibagikan ke daerah lain. Kesalahan komunikasi menyebabkan petani menganggap ribuan traktor itu seluruhnya untuk petani Ponorogo,” katanya.

Amran juga menegaskan traktor ini dibagikan secara gratis, petani penerima tidak dikenakan biaya apapun. Dirinya berjanji akan menindak bawahannya yang memungut biaya dari petani penerima traktor. (ss/iss/dwi)