Pemberdayaan Pemuda Dalam Menyikapi Regenerasi Pertanian Kabupaten Buru

MediaTani – Generasi penerus daerah sekarang dihadapkan pada segudang persaingan yang membutuhkan kekuatan ekstra dalam menghadapinya. Bukan hanya persaingan di negeri sendiri melainkan juga persaingan di tingkat Nasional. Mulai dari persaingan dalam karir, usaha, keahlian, pendidikan, dan kedudukan (status sosial). Seiring dengan itu, para generasi muda tak henti-hentinya mengasah bakat dan kemampuan mereka di bidang yang mereka minati atau bahkan di bidang belum mereka kenal sebelumnya.

Seiring dengan berkembangnya pembangunan kualitas pendidikan dan semakin majunya kancah persaingan para generasi muda, terpilihlah bidang-bidang karir yang banyak diminati para calon mahasiswa antara lain di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, keteknikan, politik, hukum, agama, sastra, komunikasi dan informasi dan lain-lain. Akan tetapi minat generasi muda kabupaten buru terhadap dunia pertanian relatif sedikit; Kondisi kehidupan ekonomi petani di daerah yang terlihat serba pas-pasan membuat pemuda berfikir berjuta-juta kali untuk memutuskan berkecimpung di dunia pertanian.

Menurut Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Fasli Jalal, berkurangnya minat lulusan SMA memilih bidang pertanian karena bidang tersebut terlalu spesifik dan bersifat monodisiplin, serta berorientasi pada aspek pendalaman ilmu (Kompas 2/8). Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Tonny Koesmaryono mengungkapkan kondisi menyedihkan ini karena pemerintah tidak serius menempatkan pertanian sebagai motor penggerak pembangunan.

Sedangkan di Kabupaten Buru Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar bagi PDRB Dalam lima tahun terakhir ini, Di samping sebagai penyumbang terbesar pada PDRB, sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar dalam hal penyerapan ankgatan kerja, Tantangan terbesar untuk menjadikan Kabupaten Buru sebagai Lumbung Pangan di Maluku terutama beras (situs resmi kabupaten buru) kiranya diperlukan beberapa hal yang mendukung cita-cita ini antara lain keseriusan seluruh elemen untuk memajukan pertanian daerah, kesadaran para generasi penerus di daerah untuk membangun pertanian, dan peningkatan teknologi yang mendukung pertanian.

Kesadaran akan pengetahuan para generasi penerus dan masyarakat luas bahwa karir dan prospek dunia pertanian sangatlah luas merupakan hal fundamental untuk dijadikan bahan perhatian di kabupaten Buru. Hendaknya sudah menjadi hal yang lumrah pemerintah daerah yang memiliki tugas di bidang pendidikan dan pertanian untuk mampu menginformasikan dan melakukan pelatihan-pelatihan kepada calon-calon penerus akan peran dan dukungan mereka kepada nasib pertanian di kabupaten buru dan juga sebagai perkerjaan rumah bagi segala bentuk elemen organisasi masarakat yang bergerak dibidang kepemudaan dalam menyikapi hal ini.

Penulis:

Nama         :  Moh Ridwan Litiloly

 

Pekerjaan   :  Mahasiswa Pertanian Universitas Iqra Buru / Pemerhati Pertanian Kabupaten Buru