Pemerintah Bakal Impor Beras, Ini Alasannya

Pemerintah tengah berencana membuka keran impor beras dari Vietnam dan Thailand. Hal tersebut dianggap sangat membantu guna menjaga harga dan stok beras pasca el nino (fenomena perubahan iklim secara global yang diakibatkan oleh memanasnya suhu permukaan air laut Pasifik bagian timur) yang menyebabkan kekeringan di Tanah Air.

Ketika dikonfirmasi kembali, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) memperkirakan bahwa beras impor mulai masuk ke Tanah Air, pada bulan Nopember mendatang.

“Sekali lagi, (impor beras) untuk menjaga stabilitas harga dan stok nasional. Itu apapun harus dilaksanakan karena itu untuk menjaga rakyat. Itu (beras) kita sudah impor, nanti saya kira bulan depan bisa masuk,” kata JK di kantor Wapres, Jakarta, Senin (26/10) lalu.

Hanya saja, kembali JK mengingatkan bahwa keran impor beras dibuka tidak dikarenakan kesalahan pertanian. Namun, akibat fenomena alam, yaitu panjangnya masa kekeringan.

Menurutnya, 10 persen sampai 20 persen kekeringan di areal pertanian seluruh Indonesia, akan sangat berpengaruh pada hasil pertanian di Tanah Air.

Kabar mengenai impor beras pertama diketahui dari pemberitaan media di Vietnam, The Saigon Times yang mengatakan bahwa telah tercapai kesepakatan impor beras antara Kementerian Perindustrian Indonesia dengan Kementerian Perdagangan Vietnam.

Dalam media tersebut, ditulis bahwa Vietnam memenangkan kontrak untuk memasok beras 1 juta ton ke Indonesia yang kan dikirim selama enam bulan, yaitu mulai Oktober tahun ini hingga Maret 2016.

Bahkan, Direktur Thinh Phat Co Ltd, Lam Anh Tuan memaparkan beras untuk Indonesia terdiri dari 750.000 ton dengan kualitas patahan 15 persen dan 250.000 ton beras dengan patahan 5 persen atau beras premium. (BS)