Pemerintah Kembangkan 48 Kawasan Sentra Agribisnis dan Agroindustri

sentra agribisnis agroindustri
MediaTani.com – Pemerintah akan mengembangkan sentra agribisnis dan agroindustri komoditas pangan dan perkebunan di 48 Kawasan Transmigrasi kota Terpadu Mandiri (KTM). Dari 48 kawasan itu, 10 KTM diantaranya berada di wilayah perbatasan.
Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar menjelaskan, keberadaan sentra agribisnis dan agroindustri komoditas pangan tersebut akan menjadi aset bagi masyarakat di lokasi transmigrasi yang bersangkutan. Sekaligus akan mempercepat pengembangan komoditas unggulan untuk mendukung terwujudnya pusat-pusat pertumbuhan baru.
Sampai 2015, Kementerian desa telah melakukan pengembangan komoditas unggulan pangan seperti padi di 11 KTM. Diantaranya di KTM Mesuji, Way Tuba (Lampung), Telang dan Belitang (Sumsel), Rawapitu dan sebagainya.
Agribisnis merupakan sebuah sistem usaha pertanian yang mencakup empat sub sistem, yakni pengadaan sarana produksi, budidaya, pengolahan, dan penasaran. Sedangkan agroindustri lebih berfokus pada kegiatan yang berbasis pengolahan sumberdaya hasil pertanian dan peningkatan nilai tambah.
“Agroindustri memiliki peran penting terkait upaya pemenuhan kebutuhan pokok, penerapan tenaga kerja, perolehan devisa dan peningkatan ekonomi masyarakat,” papar Marwan dalam seminar ketransmigrasian di Jakarta, Selasa (1/9).
Di sisi lain, lanjut dia, penyelenggaraan transmigrasi merupakan bagian integral dari pembangunan yang berbasis kawasan. Secara fungsional dan hirarki memiliki keterkaitan dengan pengembangan ekonomi wilayah. “Sebagai pendekatan pembangunan berbasis kawasan, transmigrasi jadi salah satu upaya percepatan pembangunan kota kecil di luar pulau jawa,” kata dia.
Jeratan Rentenir
Pada kesempatan itu, Marwan Jafar juga menyatakan bahwa pihaknya mempunyai resep untuk mencegah dari jeratan rentenir bagi para transmigran, yakni dengan menghidupkan program koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Waktu saya meninjau KTM di Telang, Banyuasin. Ada laporan bahwa petani di sana dulunya sering dililit utang oleh para rentenir. Kemudian salah satu solusi yang dilakukan adalah dengan menghidupkan program UMKM dan Koperasi. Hasilnya ternyata sangat manjur karena masyarakat bisa lebih mandiri secara ekonomi dan terbebas dari lilitan utang para rentenir,” ujar Marwan.
Ia mengatakan, dalam kondisi ekonomi masyarakat semakin sulit, peran transmigrasi menjadi sangat penting. Baik untuk mengatasi masalah dalam jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.
Indonesia, lanjutnya, memiliki bonus demografi yang sangat besar. Akan tetapi di sisi lain, tidak diimbangi dengan penyebaran sumber daya manusia untuk mengelola kekayaan alam tersebut, sehingga banyak potensi yang tidak tergarap dengan optimal.
Transmigrasi, lanjut Marwan, bukanlah program yang menakutkan, akan tetapi program yang menjadi solusi dan harus disambut dengan suka cita.
Program Transmigrasi yang sudah berjalan sejak jaman Orde Baru telah melahirkan 619 kawasan transmigrasi, tersebar di 23 kabupaten dan 13 provinsi. Telah banyak kisah sukses dalam program transmigrasi, namun belum banyak diketahui oleh masyarakat Indonesia.
Sebelumnya, Mantan Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan, Siswono Yudohusodo, mengatakan manfaat program transmigrasi sangat nyata, seperti sabuk pengaman NKRI, juga menghasilkan bahan pangan.