Pendapatan Petani Sulawesi Selatan Tertinggi Nasional

MediaTani –Dalam acara panen raya di Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/4) lalu, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Sulawesi Selatan menjadi provinsi keempat terbaik nasional di bidang pertanian. Namun, dari segi pendapatan, pendapatan petani di Sulawesi Selatan merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Ilustrasi Petani mengolah hasil panen padi. [gambar: Kompas]

“Tadinya, nomor 1 Bali, Jawa Barat, baru Sulawesi Selatan. Sekarang terbalik. Ini data BPS. Pendapatan petani Sulsel tertinggi dibanding pendapatan petani di seluruh Indonesia,” ucap Syahrul (4/4/2015).

Panen raya tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Syahrul sangat mengapresiasi kedatangan Amran, dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Sulawesi Selatan dan Kabupaten Bone. Dia pun memastikan masyarakat Sulawesi Selatan akan ikut menyangga kepentingan pangan nasional. “Kita orang Bone di Sulsel yang paling tidak boleh salah di bidang pertanian,” kata Syahrul kepada warga.

“Tinggal Pak Menteri kasih tahu, apa tanggungjawab kita semua di Bone. Apa yang menjadi tanggungjawab saya, di sawah, di pasar, bersama-sama kita akan siapkan semua. (Amran) Tinggal perintah,” kata dia lagi.

Sebagai informasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan luas panen padi Sulawesi Selatan pada April mencapai 143.689 hektar. Adapun produksi padi dari Januari-April 2015 diperkirakan mencapai 1.824.552 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Sementara itu Upsus (Upaya Khusus) Sulawesi Selatan mencatat, hingga 27 Maret 2015 realisasi luas tanam Sulawesi Selatan Oktober 2014-Maret 2015 mencapai 591.132 hektar atau 102,09 persen dari target. Adapun luas tambah tanam pada periode sama mencapai 17.898 hektar.

Dalam panen raya tersebut hadir pula Andi Akmal Pasluddin anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Bupati Bone Andi Fashar Padjalangi, Pangdam Kodam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar, tokoh masyarakat, dan petani.
(Estu/ER/Kompas)