Peran Peneliti Pertanian Akan Lebih Dikedepankan

Mediatani.com – Pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia tidaklah lepas dari peran peneliti yang terlibat. Namun masih saja ada kendala dan kekurangan yang dihadapi oleh para peneliti pertanian di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Muhammad Syakir, mengatakan bahwa peran peneliti lebih dikedepankan dengan sejumlah inovasi-inovasi baru yang mumpuni dalam beberapa waktu ke depan.

“Pemerintah sekarang mulai terbuka terhadap sejumlah temuan berupa inovasi-inovasi baru di bidang pertanian, termasuk sejumlah varietas bibit unggul yang sudah mulai diprioritaskan pemanfaatannya oleh pemerintah di lahan-lahan petani, ini sebuah harapan baru bagi para peneliti,” demikian kata Muhammad Syakir di bilangan senayan, seperti yang dilansir jitunews.com Rabu (16/12).

Dengan demikian, hasil penelitian berupa inovasi teknologi atau budidaya serta varietas yang ditelurkan oleh peneliti segera dapat dimanfaatkan dalam memajukan pertanian Indonesia. Seperti saat ini misalnya, kementerian pertanian sudah menginstruksikan agar penanaman varietas unggul baru yang memiliki tingkat produktivitas tinggi mulai untuk digalakkan.

“Menggembirakan bagi para peneliti adalah hasil karya mereka sudah mulai diperhatikan pemerintah, selama inikan penerapannya hanya beberapa persen saja dan itu mengendorkan semangat anak bangsa ini untuk terus berinovasi, tetapi kalau ada perhatian maka semangatnya untuk terus berinovasi akan semakin tinggi,” Tutur Muhammad Syakir.

Syakir menjelaskan bahwa pada musim tanam saat ini akan dikembangkan sejumlah benih varietas unggul seperti, Varietas Hibrida, Inpari, Ciherang, IPB3S dan sejumlah varietas unggul lainnya. Menurutnya hal tersebut akan segera digalakkan menyusul instruksi menteri pertanian mengenai pemanfaatan varietas unggul dalam musim tanam serempak.

Sebelumnya, Menteri pertanian dalam beberapa kesempatan terus mengungkapkan bahwa saat ini pemanfaatan varietas unggul lebih digalakkan lagi. Hal tersebut tidaklah lain sebagai upaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas hasil pertanian serta mampu mendongkrak produktivitas di sektor pertanian tanah air. (IJT)