Pertanian Baduy Bakal Dijadikan Agrowisata

Mediatani.com – Agrowisata merupakan sebuah konsep wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau sumberdaya alam lainnya bersama fasilitas terkait yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Saat ini sudah banyak konsep Agrowisata yang diminati oleh wisatawan. Variasi jenis agrowisata dapat berupa labirin jagung, wisata petik buah, menanam padi di sawah, memberi makan hewan ternak, hingga restoran di atas laut.

Konsep agrowisata ini tengah dikembangkan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak. Agrowisata tersebut rencananya akan mengembangkan komoditas pertanian Baduy. Sehingga nantinya, pengunjung yang mendatangi kawasan Baduy dapat menikmati produk pertanian di daerah tersebut.

“Kami optimistis kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara akan tertarik untuk mendatangi kawasan Baduy dengan melimpahnya produk pertanian itu,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, sebagaimana dilansir Antaranews.com, Sabtu (14/5).

Menurut Dede Supriatna, kehidupan masyarakat Baduy ditentukan dari hasil bercocok tanam pada pertanian ladang, seperti padi huma, durian, pisang, petai, dan lainnya. Hasil produk pertanian itu menjadikan andalan ekonomi masyarakat Baduy guna mendukung kesejahteraan.

Pemerintah daerah memfokuskan program produk pertanian Baduy ke depan menjadi agrowisata sehingga dapat mendongkrak kunjungan dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Para pengunjung setelah mendatangi kawasan Baduy ditargetkan kembali ke daerah asalnya dengan membawa oleh-oleh hasil produk pertanian. “Kami yakin agrowisata itu akan menguntungkan masyarakat Baduy,” katanya.

Ia mengatakan produk pertanian yang akan dikembangkan antara lain pisang, durian, dukuh, pepaya california, talas, salak, rambutan, manggis, jagung, dan sayur-sayuran. Selain itu juga pengembangan produk kerajinan Baduy adalah kain tenun, lomar, batik Baduy, tas koja, gula aren dan souvenir.

Kelebihan pertanian Baduy ialah organik tanpa menggunakan pupuk kimia sehingga hasil produknya cukup bagus.
Para petani Baduy sejak dulu hingga kini menggunakan pupuk dari pembakaran sampah sehingga tingkat kesuburan tanah cukup bagus. Namun, pihaknya akan membina para petani Baduy agar meningkatkan kualitas produk komoditi pertanian. Tujuan agrowisata itu tentu harus didukung hasil produk pertanian yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata.

Sejauh ini, kata dia, hasil komoditas produk pertanian Baduycukup terkenal durian karena memiliki kualitas bagus. Keunggulan durian Baduy biji dan kulit tipis namun buahnya tebal, beraroma, dan manis.
Apabila, musim panen dipastikan durian Baduy membanjiri Pasar Rangkasbitung dan dipasok ke Jakarta.

“Saya kira jika durian panen dipastikan tingkat pendapatan ekonomi petani Baduy meningkat,” katanya.

Kelompok Tani Sekarwangi Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Endi Sudirman mengatakan pihaknya kini mengembangkan durian yang ditanam di lahan seluas tujuh hektare merupakan produk lokal dan sudah memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Banten.

Pengembangan agrowisata tanaman durian tersebut berjenis otong, hepi dan matahari karena sangat cocok ditanam di Kecamatan Leuwidamar. “Durian-durian itu memiliki keunggulan tersendiri, baik rasa maupun aromanya,” katanya.