Petani Bangka Barat Merugi Ratusan Juta Rupiah

Akibat banjir yang melanda sawah Empeng Kelapa Kabupaten Bangka Barat sejak Minggu (7/2/2016), petani mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Penyebab masih ada sekitar 30 persen padi yang belum dipanen, karena areal sawah terendam banjir, pondok-pondok petani juga ikut terendam dan tanggul banyak rusak.

Kesulitan masuk ke areal sawah akibat jembatan dan bendungan air Pam Kelapa sebagai akses vital menuju ke areal sawah ambrol Selasa (9/2/2016) lalu, belum lagi banyak kendraan roda dua yang ditinggalkan di bawah pondok sawah karena tidak bisa keluar akibat banjir, juga menambah tingkat kerugian petani.

Para petani mulai hari ini kembali masuk ke sawah, selain melihat kondisi padi dan lahan sawah, juga akan sisa padi yang belum panen.

Sekretaris Gapoktan Sawah Empeng Kelapa Aris Tantori menyebutkan, hasil panen padi tahun ini per seperempat hektar, rata-rata 0,5-1 ton padi.

“Masih ada sekitar 40-50 hektar atau 30 persen padi sawah yang belum dipanen, karena terkendala banjir kemarin, akibat banjir kemarin tingkat kerugian yang dialami petani, ditaksir mencapai Rp 100 juta lebih,” ujar Aries, Kamis (11/2/2015).

Sebelumnya, petani sawah Empeng Kelapa Iskandar menyebutkan, tidak tahu bagaimana nasib tanaman padinya yang belum sempat dipanen, karena sejak hari Minggu kemarin terendam banjir.

“Habis la padiku, kalau banjirnya sampai seperti itu, padiku belum semua ku panen, sekarang terendam banjir,” ujar Iskandar.

Petani lainnya Isni mengatakan, masih ada padi yang belum di panen, seperti padi beras merah dan jenis RM.

“Ini orangtuaku lagi lihat kondisi sawah dan padinya seperti apa, kalau banjirnya hanya selutut sampai sepinggang, masih la bisa dipanen,” katanya.

(Bangkapos.com)