Petani Demonstrasi Tuntut Pupuk Bersubsidi

Ilustrasi Demonstrasi Warga, [Gambar: demo.coms.blogspot]
MediaTani – Puluhan petani dari Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur menggelar unjuk rasa di gedung dewan setempat, Senin (8/6/2015). Mereka mendesak pupuk urea bersubsidi segera didistribusikan. Terhambatnya distribusi pupuk tersebut karena disegelnya gudang pupuk bersubsidi milik PT Dharma Ghara Reksa di Desa Keleyan oleh penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.
“Penyegelan itu membuat kami kesulitan mendapatkan pupuk. Gara-gara tidak dipupuk, bibit padi layu dan mulai menguning ” kata Mahrus, koordinator Petani.
Petani kesulitan mendapatkan pupuk urea sejak satu pekan terakhir setelah Gudang Pupuk Penyangga (GPP) di Desa Keleyan, Kecamatan Socah disegel oleh Polrestabes Surabaya. Imbasnya, pihak GPP tidak bisa memasukkan pupuk ke gudang dan menyalurkan pupuk ke distributor.
Gudang pupuk milik PT Bahnda Ghara Reksa di Desa Keleyan disegel Polrestabes Surabaya sejak Jumat pekan lalu. Musababnya, polisi mengamankan dua truk pupuk bersubsidi merk Pupuk Indonesia yang akan dikirim ke Desa Keleyan.
Seorang penyidik Polrestabes Surabaya yang hadir ke Bangkalan menuturkan bahwa setelah diteliti ternyata izin edar yang tertera pada zak kemasan pupuk itu sudah kedaluarsa. Atas temuan itulah polisi menyegel gudang. “Kami masih akan berkoordinasi dengan Kementrian Pertanian apakah kandungan pupuk itu sesuai atau tidak,” kata penyidik tersebut.
Gudang penyangga pupuk yang terletak di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan itu, merupakan satu-satunya gudang penyangga pupuk PT Kaltim yang ada di Kabupaten Bangkalan.
Namun, sejak sebulan terakhir ini, gudang itu telah berhenti mendistribusikan pupuk bersubsidi kepada para petani di Bangkalan, karena gudang disegel polisi yakni oleh Polrestabes Surabaya, dalam kasus dugaan penyimpangan pendistribusian pupuk.
Di dalam gudang itu, tersimpan sebanyak 1.665 ton pupuk bersubsidi jenis urea yang merupakan jatah pupuk bersubsidi para petani di Kabupaten Bangkalan.
Sedianya, pupuk itu telah didistribusikan sejak awal Mei 2015 ini. Namun, karena disegel petugas, maka pemilik gudang tidak bisa mendistribusikan pupuk.
Setelah bertandang di kantor DPRD, para petani tersebut melanjutkan aksinya ke Gudang pupuk milik PT Bahnda Ghara Reksa. Perwakilan petani yang terdiri dari kaum laki-laki dan perempuan ibu rumah tangga ini, datang ke gudang pupuk itu, dengan membawa berbagai jenis poster dan spanduk yang berisi tuntutan mereka.
“Kami sengaja turun jalan dan datang secara langsung ke gudang penyangga pupuk ini, karena para petani sangat membutuhkan pupuk di musim tanam kedua ini,” kata Abdul Aziz dalam orasinya.
Seperti dilansir oleh Tempo.co, Segel gudang pupuk tersebut akhirnya dibuka oleh Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya melalui Kepolisian Resor Bangkalan setelah berorasi secara bergantian dan jumlah massa yang semakin banyak.
“Segel kami buka, supaya petani bisa beli pupuk,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bangkalan Ajun Komisaris Andi Purnomo di lokasi gudang pada wartawan.
(AA)