Petani Kendeng Demo Menolak Ekspansi Pabrik Semen Di Kedubes Jerman

Mediatani.com – Petani asal Kendeng, Pati, Jawa Tengah kembali melakukan aksi demonstrasi menolak pembangunan pabrik semen di areal lahan mereka. Hari ini, mereka melakukan aksi unjuk rasa menolak pembangunan pabrik semen di depan Kedutaan Besar Jerman, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Pagi tadi sejumlah petani yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Mendengar (JM-PPK) tiba di depan kedubes Jerman dengan menggunakan bus. Kerumunan massa tersebut lalu membawa puluhan hasil bumi asal daerah mereka.

Massa petani yang didominasi kaum hawa tersebut menggunakan pakaian kebaya bermaksud melakukan audiensi dengan para pimpinan Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Upaya ini ditempuh sebagai bagian dari rangkaian perjuangan damai untuk tetap mempertahankan tanah garapan mereka dari berbagai perusakan atau pengalihan fungsi lahan pertanian sebagai lahan pertambangan.

Penyebabnya adalah Upaya Ekspansi pembangunan pabrik semen oleh PT Sahabat Mulia Sakti sebagai anak perusahaan dari PT Indocement Tunggal Prakasa. Ekspansi tersebut akan dilakukan di wilayah Kecamatan Kayen dan Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati.

Koordinator aksi Gunretno mengatakan, Heidelberg Cement AG yang dikendalikan oleh Birchwood Omnia Ltd merupakan perusahaan asal Jerman, adalah pemilik saham terbesar di PT Indocement Tunggal Prakasa. Target aksi unjukrasa tersebut adalah untuk memberi masukan perihal ekspansi pembangunan pabrik semen melalui audiensi dengan pimpinan Kedubes Jerman.

“Kami memberi masukan agar investasi Jerman di Indonesia khususnya Pegunungan Kendeng tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi, namun juga memperhatikan aspek Sosio budaya dan daya dukung serta daya tampung wilayah,” tambah Gunretno.

Sebelumnya berbagai upaya ligitasi telah para petani lakukan. Seperti kemenangan pihak warga pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang pada tanggal 17 November 2015. Namun hal itu tidak menyurutkan pihak Perusahaan yang tetap akan membangun pabrik di Pegunungan Kendeng.

Pegunungan Kendeng Utara adalah kawasan karst yang terbentang dari Kabupaten Tuban, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora, Kabupaten Gombong, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Kudus.

“Kelestarian Pegunungan Kendeng Utara adalah harga mati bagi kami. Tidak hanya demi lestarinya lahan garapan kami, lebih dari itu adalah demi terjaganya ekosistem bagi terselenggaranya hidup dan kehidupan di seluruh Jawa Tengah,” ujar Gunretno.

Gunretno menambahkan akan melakukan aksi selanjutnya karena pembangunan tidak berarti mendatangkan investasi sebesar-besarnya, tanpa memperhatikan daya dukung dan daya tampung wilayah. Apalah arti berdirinya pabrik semen kalau nantinya justru akan memusnahkan kehidupan pertanian yang jelas-jelas menjadi lumbung pangan.

/IT