Petani Ngawi Sukses Tingkatkan Produksi Padi

MediaTani – Setelah sebelumnya sempat berkunjung bersama Presiden RI Joko Widodo pada Januari lalu, Rabu (25/2) Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kunjungan kerja Mentan kali ini dalam rangka panen raya perdana di tahun 2015 dimana kabupaten ini berhasil meningkatkan provitas hasil panennya.

Pada panen kali ini, para petani di Ngawi yang menanam padi varietas Ciherang ini sukses mendapatkan hasil panen sebesar 8,8 ton per hektar. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar 5-6 ton per hektarnya. Bahkan hasil ini juga melebihi rata-rata hasil varietas Ciherang yaitu 7 ton per hektar.

Mentan menjelaskan bahwa untuk semakin meningkatkan produksi padi, Kementerian Pertanian terus menyalurkan bantuan ke daerah khususnya bagi kelompok tani dengan nilai bantuan mencapai 20 triliun rupiah. Kabupaten Ngawi sendiri telah mendapatkan bantuan berupa hand traktor, pompa air serta bantuan irigasi pertanian dalam rangka revitalisasi pengairan sawah seluas 850 hektar.

Beberapa permasalahan kunci dalam mewujudkan target swasembada pangan telah diidentifikasi dan dilakukan perbaikan, seperti kerusakan irigasi dan rendahnya penyerapan benih unggul. “Kuncinya pada perbaikan irigasi, benih serta pupuk jadi kalau itu terpenuhi saya yakin produktifitas akan naik dengan biaya yang sama,” ujar Mentan.

Dari sisi pascapanen yang juga turut menjadi salah satu faktor pengungkit pencapaian swasembada, Mentan menjelaskan bahwa selama ini penanganan pascapanen yang ada terjadi kehilangan hasil hingga 10,2 persen. Untuk mengurangi angka tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah memproduksi alat panen padi yang disesuaikan dengan kondisi tanah sawah di Indonesia yaitu Combine Harvester dan Mini Combine Harvester.

Sementara, Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan produksi padi hingga 15 persen, sehingga dalam mencapai target tersebut perlu adanya upaya serius seperti dengan adanya saluran irigasi yang baik. “Selain bendungan Desa Legundi, ada 16 titik lain yang harus diselesaikan” pungkasnya.

Sumber: Badan Litbang Pertanian