Petani Unjuk Rasa Di Depan Istana Negara

aksi hari tani , doc: SPI

MediaTani.com – Ratusan massa petani yang berasal dari berbagai organisasi petani nasional dan daerah melakukan aksi unjuk rasa didepan Istana Negara di Jakarta, senin (21/09). Aksi demonstrasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari peringatan Hari Tani Nasional tahun 2015.

Kordinator Umum aksi Hari Tani Nasional, Iwan Nurdin mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh para petani pada saat ini adalah aksi solidaritas dalam rangka memperingati hari tani nasional.

“Aksi tani ini bukan hanya kita lakukan di Jakarta, tetapi disejumlah daerah seperti Surabaya, Makassar, dan Medan juga melakukan aksi yang sama,” ungkap Iwan Nurdin saat ditemui Jitunews.com, ditengah aksi unjuk rasa.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, bahwa aksi hari ini juga bertujuan untuk mendesak pemerintah dalam melakukan reformasi agraria dan mengupayakan agar setiap konflik agraria yang ada segera diselesaikan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

Ia menegaskan bahwa, hingga saat ini masih banyak masalah agraria yang belum diselesaikan oleh pemerintah Jokowi-JK.

“Kalau betul pemerintah berpihak kepada rakyat kenapa hingga saat ini masalah agraria masih terus banyak, dimana tanah-tanah rakyat terus digusur, sehingga para petani kehilangan tanahnya untuk berladang,” jelas Irwan Nurdin.

Sementara itu Asep(45), salah seorang petani dari Majalengka Jawa Barat, yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan, bahwa hingga saat ini di wilayah Majalengka banyak tanah-tanah petani yang sudah digusur oleh pemerintah.

“Pemerintah selalu bekerjasama dengan para pengusaha dengan dalih kepentingan negara, dimana tanah-tanah kami gusur oleh pemerintah dan para pengusaha,” ujar Asep.

Ia menjelaskan bahwa di daerah Majalengka saat ini banyak petani yang sudah kehilangan hak atas tanahnya, karena sudah diambil alih oleh para pengusaha.

“Saya berharap agar pemerintah mengupayakan agar hak para petani atas tanahnya segera dikembalikan,” pungkas Asep.

Aksi ini dimulai sejak pukul 09.30 WIB, yang diikuti oleh sejumlah organisasi petani seperti KPA, STI, GPM, Sepetak, AGRA, FPBI, SMI, AMAN, RMI, Amanat-Bogor, WALHI, KPOP, PMII-Jabar, KontraS, Elsam, IHCS, SPKS, Solidaritas Perempuan, SP Jabodetabek, Bina Desa, Jatam, Sains, Pilnet, Pusaka, Sawit Watch, TUK-Indonesia, KIARA, SPP, FPMR Tasikmalaya, Farmaci Ciamis, FPPMG Garut, KPRI, KBM Ciputat, GMNI Unas.