Pohon Paling Mematikan Ini Ada Di Hutan Indonesia

Pepohonan yang tumbuh di alam bebas merupakan sebuah panorama tersendiri bagi mereka yang senang berpetualang. Akan tetapi jika anda baru ingin memulai perjalanan, anda harus mengenali terlebih dahulu tanaman yang satu ini. Pohon yang sangat tidak dianjurkan untuk anda sentuh karena tanaman tersebut mengandung racun yang sangat berbahaya.

Menurut informasi yang dirangkum, saking beracunnya tanaman ini, tentara Inggris pernah memanfaatkannya sebagai senjata biologis. Pohon apakah Gerangan?

Gympie-Gympie ~ Gambar oleh Wikipedia

Pohon beracun tersebut bernama Gympie-Gympie atau dalam penamaan ilmiahnya disebut sebagai Dendrocnide moroides. Pohon tersebut adalah tumbuhan asli hutan hujan tropis di Australia, Hutan Maluku Indonesia.

Gympie-Gympie menyebarkan racunnya melalui bulu-bulu halus yang ada di seluruh bagian tanaman kecuali akar. Bulu halus itulah yang digunakan Gympie-Gympie untuk menembus kulit korbannya dan melepaskan racun bernama moroidin. Sehingga jika tersentuh oleh kulit manusia akan mengakibatkan neurotoxin yang sangat dahsyat.

Kadang-kadang, hanya berdiri di dekat Gympie-Gympie dan terkena bulu yang rontok di udara bisa menyebabkan gatal, ruam, bersin hingga mimisan parah.

“Hal pertama yang dirasakan saat terkena Gympie-Gympie adalah rasa panas yang sangat dan bisa berlangsung selama setengah jam hingga akhirnya sangat sakit,” kata Mike Leahy, seorang ahli virus.

Setelah itu, persendian akan terasa sakit dan muncul benjolan yang sangat sakit di ketiak. Dalam kasus berat, keracunan Gympie-Gympie bisa menimbulkan kematian. Selama menempel di kulit dan tidak segera dicabut, bulu Gympie-Gympie akan terus melepaskan racun hingga satu tahun.

Karena itulah, Gympie-Gympie adalah musuh utama para pembuka lahan dan penebang kayu.

PohonGympie-gympie (Dendronide moroides) biasanya tumbuh sebagai tanaman tunggal dengan tangkai-tangkai yang  mencapai 1-3 meter tingginya.  Daunnya menyerupai bentuk hati dengan ukuran panjang daun sekitar 12-22 cm dan lebar 11-18 cm, dengan tepi daunnya berbentuk  gerigi halus.

Penelitian seorang ilmuwan bernama Marina Hurley menghabiskan waktu tiga tahun mempelajari pohon beracun ini di Atherton Tableland (Queensland), dengan mengenakan pakaian pelindung yang tebal.

“Gejala awalnya yang berlangsung selama berjam-jam bersin-bersin, mata berair dan hidung meler, tapi alergi menjadi lebih berat jika tersentuh pohon ini berulang-ulang; dalam satu insiden dia harus dirawat di rumah sakit. Gatal yang ekstrim dan urtikaria diperlukan pengobatan steroid. Tersengat Gympie-Gympie merupakan kesakitan yang tak terbayangkan – seperti disiram air asam dan disetrum secara bersamaan,” kata Hurley.