Ruang Penyimpanan Benih Kentang

Mediatani.com – Pada prinsipnya tujuan dari penyimpanan adalah menekan hingga sekecil mungkin atau meniadakan terjadinya proses fisiologis. Dengan demikian, proses enzimatis atau biokemis yang terjadi dalam umbi dapat dihambat dan kesegaran umbi dapat dipertahankan untuk beberapa lama. Hal ini dapat dilakukan dengan pengaturan suhu di dalam ruang penyimpanan, pengaturan kelembaban udara, dan pengaturan kandungan O2 dan CO2 yang sesuai.

Penyimpanan umbi kentang pada suhu ruang dapat mengalami penurunan kandungan pati yang lebih besar apabila dibandingkan dengan peningkatan kandungan gulanya, karena pati dirombak menjadi gula secara stimular digunakan sebagai energi dalam proses respirasi. Umbi kentang Granola yang disimpan selama 5 hari penurunan kandungan patinya maksimal 0,98% dan peningkatan kandungan gulanya maksimal 0,36%. Penyimpanan umbi kentang pada suhu dingin dapat terjadi akumulasi kadar gula, karena laju respirasi dalam kondisi sangat lambat.

Tempat penyimpanan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang sebaiknya bersuhu dingin dan lembab, yakni antara 18-20 C dan kelembaban 75- 90%. Ventilasi udara dalam ruangan juga harus bagus agar sirkulasi udara merata, karena umbi yang tidak mendapat aliran udara segar akan mudah busuk. Pada umumnya petani menyimpan umbi bibit di gudang yang gelap. Akibatnya, bila waktu tanam mundur, bibit akan bertunas panjang dan umbi menjadi keriput. Sebaliknya di tempat yang terang, umbi bibit mampu disimpan selama 5-8 bulan dengan tunas yang tetap hijau kekar dan umbinya masih segar.

Pendederan bibit umbi di tempat yang gelap akan menghasilkan tunas umbi yang panjang-panjang. Sebaliknya, di tempat yang terang, tunas tumbuh pendek-pendek, kuat dan berwarna gelap. Suhu dalam ruangan penyimpanan berpengaruh terhadap pertunasan. Tempat bersuhu rendah (2-4 C) akan memperlambat pertunasan, keadaan terang akan mempercepat pertunasan.