Rusia Buka Pasar Bagi Produk Pertanian Indonesia

Ilustrasi Pasar Hasil Pertanian

MediaTani – Robertus Irawan, Kepala Subdirektorat Ekubang II Direktorat Eropa Tengah dan Timur Kemlu RI menyampaikan adanya peluang pasar di Eropa Tengah dan Timur yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia. Terjadinya krisis di Ukraina menyebabkan para pelaku bisnis di Indonesia khawatir untuk melakukan kerja sama dengan negara Eropa Timur itu. Padahal, potensi keuntungan kerjasama tersebut sangat besar.

“Sebagai contoh, Rusia membuka pasar bagi produk pangan Indonesia guna memenuhi kebutuhan dalam negerinya dan bagaimana Indonesia dapat memanfaatkannya, seperti negara-negara sekitar kita,” ujar Robertus Irawan dalam kuliah umum di Univeristas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Sabtu (13/6/2015).

Irawan menambahkan Pemerintah Indonesia melalui Kemlu akan memfasilitasi setiap pengusaha yang mau melakukan kerja sama di bidang ekonomi dengan negara-negara Eropa Timur.

“Kami mendorong dan siap memfasilitasi kerjasama antara UKSW dengan perguruan tinggi di kawasan Eropa Tengah dan Timur, termasuk dalam penerapan teknologi pertanian,” tegas Irawan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW, Sony Heru Priyanto, menyayangkan potensi kerja sama ekonomi dengan negara-negara di Eropa Timur belum banyak digarap.

“Potensi dan peluang kerjasama ini belum banyak diketahui oleh para mahasiswa Fakultas Pertanian UKSW,” ujar Sony Heru Priyanto.

Menurut Sony Heru Priyanto, mahasiswa tidak hanya dituntut mempelajari masalah pertanian semata, tetapi juga pengembangan bisnis dengan mengkaji peluang perdagangan internasional, seperti di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Adanya peluang ekonomi di pasar internasional bagi produk pertanian Indonesia diharapkan dapat menambah semangat para mahasiswa dalam belajar.