Seorang Babinsa Dicopot Lantaran Tidak Tahu Swasembada Pangan

MediaTani – Salah seorang Anggota Bintara pembina desa (Babinsa) di Nusa Tenggara Barat dipecat lantaran tidak memahami program swasembada pangan. Hal tersebut diakui Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede. Anggota bintara pembina desa yang dicopot berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Danrem 162 Wira Bakti Kolonel Czi Lalu Rudy Irham Srigede

“Betul, baru satu anggota bintara pembina desa (Babinsa) dicopot. Saya ganti dengan anggota yang bisa mengerti tentang program swasembada pangan,” Ungkapnya di Mataram, Kamis (17/4).

Dia mengatakan anggota babinsa yang dicopot itu sama sekali tidak mengerti dengan tugas yang diberikan untuk ikut terlibat dalam memberikan pembinaan terhadap para petani yang ada di daerah kerjanya.

“Disuruh tanyakan masalah kelompok tani, dia tidak buat kelompok tani. Kelompok tani yang kami tanya juga tidak mengerti tentang kelompok tani, padahal petani harus diajak buat kelompok dan didaftarkan ke pemerintah daerah agar mendapatkan bantuan benih dan pupuk bersubsidi dan alat mesin pertanian,” tuturnya.

Menurut Rudi, Babinsa seharusnya berada di tengah masyarakat perdesaan untuk mengambil peran dalam rangka memberikan pembinaan, termasuk di sektor pertanian.

Hal itu sudah menjadi instruksi Presiden agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) terlibat aktif dalam memberikan pendampingan dan pengawalan kepada petani agar program swasembada pangan tercapai dalam tiga tahun ke depan.

Ia menginginkan agar semua anggota babinsa memahami instruksi Presiden. Oleh sebab itu, pihaknya bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Pertanian, Perikanan dan Kehutanan NTB akan memberikan pendidikan dan latihan (diklat) kepada 176 anggota babinsa.

Para anggota babinsa yang sudah diberikan diklat di Balai Diklat Pertanian Narmada, Kabupaten Lombok Barat, nantinya akan menularkan kembali ilmu yang sudah diperoleh kepada anggota babinsa lainnya. “Jadi saya ingin semua babinsa mengerti tentang program swasembada pangan, kalau tidak lebih baik minggir saja,” kata Rudy.

Menyinggung soal upaya khusus (Upsus) swasembada padi, jagung dan kedelai (Pajale), ia menegaskan bahwa NTB belum mampu memenuhi target di sektor luasan lahan penanaman, sesuai yang dibebankan pemerintah pusat.

“Hasil panen sudah cukup bagus dan sesuai target yang diharapkan, namun untuk luasan lahan penanaman, belum mampu dipenuhi sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ujarnya. (IT/ROL)