SPF Gelar Kemah Konservasi Remaja Se-Distrik Raimbawi Kepulauan Yapen, Papua

Mediatani.com –  Burung Cendrawasih merupakan simbol dan identitas kekayaan hayati Papua. Jenis ini memiliki bulu yang sangat bagus dan perilaku hidup yang menarik, akibat keunggulannya inilah banyak masyarakat yang memburu Cendrawasih untuk tujuan peliharaan atau dijadikan sebagai satwa hias awetan (offset). Perburuan ilegal dan tidak terkendali yang terjadi di Papua, menyebabkan Cendrawasih kian langka dirumahnya.

Sama halnya dengan Cendrawasih dihutan, penyu-penyu yang hidup dilaut pun juga menghadapi masalah yang sama. Praktek-praktek penangkapan induk dan pegambilan telur di pantai masih marak terjadi hingga hari ini. Secara akumulatif, populasi Cendrawasih dan Penyu semakin hari semakin menurun. Menyadari hal itu, Saireri Paradise Foundation (SPF) selaku organisasi yang fokus pada kegiatan konservasi Cendrawasih dan Penyu di Papua secara terus menerus melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat luas untuk melakukan kegiatan pelestarian.

Pada tahun 2016, SPF menggandeng PT Freeport Indonesia untuk semakin menggiatkan kegiatan edukasi dengan mengusung sebuah program besar yang dinamai “PROGRAM EDUKASI PELESTARIAN SPESIES KHAS PAPUA DI SAWENDUI, DISTRIK RAIMBAWI, KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN”. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan dalam naungan program ini adalah memberikan biaya siswa kepada siswa/i asal Sawendui untuk melanjutkan pendidikan, berkunjung ke sekolah dan pemuda gereja untuk menyampaikan kegiatan pendidikan konservasi. Pada tanggal 17 s.d. 18 Mei yang lalu, SPF menggelar kegiatan “KEMAH KONSERVASI REMAJA SE-DISTRIK RAIMBAWI”. Kegiatan yang berlangsung 2 hari tersebut diikuti oleh 24 remaja (16 Perempuan dan 8 Laki-laki) yang berasal dari berbagai desa yang ada di Raimbawi seperti: Aisau, Woda, Wansma, Saweri, Paparu, dan Waindu.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta dilatih untuk melakukan kegiatan pelestarian lingkungan dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak atau menebang pohon-pohon dihutan, menggunakan air secukupnya, menggunakan kayu bakar yang sudah jatuh/patah dari pohonnya, dll. Para peserta juga diberikan materi tentang ekologi dan konservasi Cendrawasih dan Penyu.

Para peserta dirangsang untuk menyatakan pendapat dan tanggapan tentang perlunya keterlibatan semua pihak dalam upaya konservasi. Hal yang menarik dari kegiatan kemah ini adalah semua peserta secara langsung diikutsertakan melakukan kegiatan pemantauan burung Cendrawasih di hutan, pemantauan dan pengamanan penyu dan telur penyu di pantai peneluran.

Pelibatan para peserta yang notabene adalah para remaja diharapkan mampu memberikan pengalaman yang menarik dan pemahaman yang baik tentang pentingnya fungsi keberadaan satwa liar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam setiap kesempatan para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya tentang sesuatu yang baru temukan dialam.

Bapak Suratman Baharudin yang mewakili SPF menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para peserta yang bisa dilihat dari aktifnya para peserta selama kegiatan dan jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan SPF selaku penyelenggara. SPF mengharapkan para peserta mengambil pelajaran berharga dari kegiatan tersebut, dan para peserta bisa mempraktekkan upaya-upaya pelestarian lingkungan yang dimulai dari skala kecil dikampung mereka masing-masing.

Bapak Ellipas Imbiri, tokoh masyarakat Paparu sekaligus juga tokoh pemuda Distrik Raimbawi yang berkesempatan mendampingi para remaja selama kegiatan memiliki harapan bahwa sekembalinya para peserta kekampung masing-masing, mereka bisa menjadi kader-kader konservasi muda yang menyampaikan perlunya semua pihak untuk mendukung upaya pelestarian, minimal mereka bisa menyampaikan kepada rekan-rekan seusia meraka.

Sedangkan bapak Erwin Masuri yang mewakili pemerintahan kampung Sawendui lebih menekankan kepada para peserta bahwa kegiatan konservasi itu bisa dilakukan oleh semua kalangan, para remaja seusia peserta bisa menceritakan-menceritakan pengalamannya kepada teman-teman diusia yang lebih muda, menyampaikan pada orang tua agar tidak memburu Cendrawasih dan Penyu, dan banyak hal kecil lainnya.

(ADVERTORIAL)