SPF Gelar Pendidikan Konservasi Di SMA Negeri Unggulan Dawai

Yapen, Mediatani.com – Saireri Paradise Foundation (SPF) menggelar pendidikan konservasi di SMA Negeri Unggulan Dawai, Yapen Timur, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua (25/07/2016). Organisasi sosial dan lingkungan hidup yang fokus pada kegiatan pelestarian Burung Cendrawasih dan Penyu di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua ini terbilang rutin menggelar kegiatan serupa kepada generasi muda.

Kegiatan edukasi yang dikemas dalam program besar “Program Edukasi Pelestarian Spesies Khas Papua di Sawendui 2016” tersebut merupakan kerjasama antara SPF dengan PT. Freeport Indonesia.

“Permasalahan utama yang mengancam kelestarian burung Cendrawasih dan penyu adalah praktek perburuan ilegal bagi Cendrawasih dan konsumsi telur dan daging bagi Penyu. Oleh karena itu, memasuki tahun 2016 SPF menjalin kerjasama dengan PT Freeport Indonesia untuk menggalakkan kegiatan edukasi” Ungkap Akmal Firdaus Patopang, sebagai penanggung Jawab Program SPF kepada mediatani.com.

Akmal mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut disambut antusias oleh peserta yang merupakan para siswa SMA Negeri Dawai.

“ini merupakan satu-satunya sekolah SMA yang terdapat di wilayah timur pulau Yapen (Distrik Teluk Ampimoi, Distrik Yapen Timur, Distrik Raimbawi, Distrik Miobo, dan Distrik Yapen Utara)” terang Akmal.

Kegiatan diawali dengan pembacaan doa yang disampaikan oleh Bapak Ferdinan Samber selaku Ketua Jemaat GKI Bethlehem Wabompi, Distrik Yapen Timur. Penyampaian materi konservasi disampaikan oleh Akmal Firdaus Patopang.

“selain itu, didampingi juga oleh beberapa anggota kelompok masyarakat pelestari penyu, Bapak Septinus Samber dan Peter Samber. Ada juga pelestari cendrawasih, Bapak Yakob Samber. Binaan Saireri Paradise Foundation di Sawendui” papar Akmal.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 jam ini berjalan dengan sangat interaktif dan lebih akomodatif terhadap dinamika yang muncul selama penyampaian materi. Dengan hal ini diharapkan mampu mengeksplorasi pandangan dan persepsi para peserta terhadap Cendrawasih dan Penyu.

“terlihat para peserta sangat antusias mengikuti materi yang diberikan. Hal ini bisa dilihat dari berlangsungnya diskusi dua arah antara para peserta dengan pemateri. Bahkan pada pemateri mengajukan pertanyaan, para peserta berlomba-lomba mengangkat tangan lebih awal untuk menjawabnya” tutur Akmal.

Setelah sesi diskusi selesai dilaksanakan, team edukasi SPF menyerahkan beberapa cindera mata yang disediakan oleh PT Freeport Indonesia kepada 3 penanya terbaik, pengurus OSIS, serta dewan guru. Kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa penutup yang kembali disampaikan oleh Bapak Ferdinan Samber.

Ditemui usai kegiatan, Bapak Samuel Korano yang mewakili pihak sekolah mendampingi para peserta selama kegiatan menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim edukasi SPF ke sekolah mereka.
“dengan adanya kegiatan ini diharapkan para siswa memiliki tambahan wawasan tentang Cendrawasih dan Penyu yang keberadaannya kian terancam” ungkap Samuel Korano.

(ADVERTORIAL/IA)