Stok Cabe Merah Melimpah Di Pekanbaru

Mediatani.com – Musim hujan telah tiba, hal yang menakutkan bagi petani dan pasar sayur di pelosok negeri ini. Akan tetapi di tengah ancaman langkanya komoditi sayur-mayur khususnya cabai merah, petani di pekanbaru justru sedang panen raya. Seperti yang terlihat dari hasil panen raya yang dilakukan oleh Kelompok Tani Pemuda Mandiri Kelurahan Muara Pajar Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Tidak tanggung-tanggung, hasil panen mencapai dua sampai dengan tiga ton dalam sepekan.

Wali Kota Pekanbaru H Firdaus ST MT memanen cabai, Sabtu 26/12). Cabai merah ini ditanam oleh Kelompok Tani Pemuda Mandiri di Jalan Ikan Parang, Kelurahan Muara Fajar, Rumbai.

Walikota Pekanbaru, Firdaus menyebutkan hasil panen cabai memang lebih sedikit dibandingkan provinsi tetangga seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara. ”Namun, kita juga mengharapkan Pekanbaru bisa menjadi sentra produksi cabai ke depannya. Sehingga Pekanbaru tidak lagi ketergantungan kepada daerah lainnya,” ungkap Wako .

Menurut Firdaus kualitas cabai di Pekanbaru cukup bagus jika dibandingkan daerah penghasil cabai lainnya. ”Untuk mendorong ini semua, kita harus bisa mempromosikan dan bilang ini cabai Pekanbaru,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pekanbaru El Syabrina mengungkapkan rasa bangga terhadap hasil yang telah dicapai oleh kelompok tani pemuda mandiri tersebut. Menurutnya, selama ini petani hanya tahu bahwa menanam cabai bisa dilakukan saat musim panas saja. Pasalnya, kalau pada musim hujan, akan merusak akibat timbulnya berbagai penyakit, seperti jamur dan membusuk. Namun, hal itu telah terbantahkan dibuktikan dengan panen raya yang digelar kemarin.

“Ini bukti bahwa cabai bisa ditanam di luar musim hujan, Cabai tidak lagi tanaman musiman jika petani menggunakan teknologi tertentu yang tepat,” tutur El Syabrina (Minggu, 27/12/2015) di Pekanbaru.

El Syabrina menyebutkan, Pekanbaru sudah bisa memenuhi keperluan komoditas cabai sebanyak 50 persen dari total keperluan. Dalam sepekan total ada 4 ton cabai untuk memenuhi keperluan masyarakat. Artinya, dalam sepekan kelompok tani di Pekanbaru bisa menghasilkan sebanyak 2 ton cabai.

”Selama ini, masyarakat mengetahui bahwa Pekanbaru kekurangan cabai dan banyak dipasok dari daerah tetangga seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Akan tetapi Pekanbaru sudah memenuhi keperluan untuk komoditas cabai sebanyak 50 persen dari petani cabai lokal,” kata wanita yang akrab disapa El ini.

Distan sendiri terus mendorong petani untuk mengembangkan komoditas cabai agar Pekanbaru bisa memenuhi keperluan cabai sendiri. ”Agar para petnai bertatan dan mengembangkan pertanian cabai, pemko memberikan stimulan awal yaitu membantu para petani sebanyak 2 hektare bibit cabai dan bisa meluaskan bibit cabai ini,” kata El. (IA)